Walau demikian, gangguan pada operasi pemerintahan federal bisa merugikan Trump jika para pemilih menyalahkan Partai Republik, yang menguasai Kongres, atas interupsi layanan publik.
"Saya bersedia untuk 'menutup' pemerintahan jika Demokrat tak memberikan kami suara untuk Keamanan Perbatasan, yang termasuk tembok itu!" kata Trump melalui Twitter, sebagaimana dikutip Reuters, Senin (30/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa itu tak ada gunanya, jadi mari kita hindari," kata Senator Partai Republik, Ron Johnson, yang juga ketua Komisi Keamanan Dalam Negeri Senat, kepada CBS.
Kongres mesti menyepakati anggaran untuk mendanai pemerintah sebelum 30 September.
Meski Republik menguasai Senat dan Dewan Perwakilan, perselisihan antara politikus moderat dan konservatif di dalam partai menghambat proses legislasi.
Pada Juni, Dewan Perwakilan menolak undang-undang imigrasi yang didukung oleh para politikus konservatif Republik.
Trump membuat hukum imigrasi keras sebagai fokus pemerintahannya, mulai dari larangan untuk orang-orang dari negara mayoritas Muslim hingga pemisahan anak-anak imigran dari orang tuanya di perbatasan AS-Meksiko.
Seorang hakim federal, Jumat, mengimbau pemerintah AS berfokus mencari para orang tua imigran yang dideportasi meninggalkan anaknya di Amerika Serikat.
(aal)