"Jadi itulah hal-hal yang kita bahas tadi, isu-isu yang kita bahas tadi, baik yang sifatnya bilateral, Strategic Partnership, perdagangan, kemudian isu regional Korea Utara, kemudian Palestina," kata Menlu RI kepada wartawan seusai ditemui mantan Direktur Badan Intelijen AS CIA itu, Sabtu sore.
Ketika ditanya wartawan apakah masalah Freeport juga dibahas, Menlu RI dengan singkat menegaskan bahwa isu tersebut sama sekali tidak diangkat. "Tidak bahas masalah itu," kata Menlu RI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun masalah Korea Utara, dalam pertemuan Menlu RI-AS dibahas dalam konteks menjadikan Semenanjung Korea bebas nuklir.
Menurut Menlu RI, masalah Korut dibahas di sepanjang rangkaian pertemuan ASEAN di Singapura yang beberapa diantaranya juga dihadiri Menlu Pompeo awal pekan ini.
"Beberapa elemen yang muncul pertama adalah sambutan baik dari semua pihak yang ikut pertemuan, mengenai langkah positif. Yakni pertemuan inter-Korea dan pertemuan Presiden Trump-dengan Kim di Singapura," kata Menlu RI.
"Yang kemudian diharapkan oleh negara yang hadir, apa yang sudah dibahas, baik dalam konteks hubungan dua Korea maupun Korut dan AS dapat segera ditindaklanjuti," kata Menlu Retno yang belum lama berkunjung ke Korea Selatan menyampaikan undangan Asian Games 2018 kepada Presiden Korsel Moon Jae-in.
Indonesia dan Amerika Serikat memiliki Kemitraan Strategis sejak 2015. "Dengan kemitraan strategis tersebut kita berusaha untuk mengembangkan sebuah hubungan yang saling menghormati saling menguntungkan, tidak saja bermanfaat bagi dua negara tetapi juga bagi kawasan dan tentunya bagi dunia," kata Menlu RI yang saat Kemitraan Strategis RI-AS disusun menjabat sebagai Direktur Jenderal Amerika dan Eropa.
"Indonesia dan Amerika Serikat merupakan mitra di dalam pengembangan nilai demokrasi, kemajemukan, dan juga toleransi," kata Menlu RI.
Menurut Retno, Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, sebagai negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, dan salah satu dari 20 negara dengan Gross Domestik Product (GDP) terbesar, memiliki posisi strategis dalam pergaulan internasional termasuk di dalam hubungan dengan Amerika Serikat.
"Indonesia ingin mengembangkan sebuah hubungan yang saling menghormati, sekali lagi saling menguntungkan dan berdasarkan kesetaraan," kata Menlu RI.
Adapun terkait konsep Indo-Pasifik, dimana Amerika Serikat juga mengusung gagasan dengan nama serupa, Menlu RI menekankan sentralitas ASEAN dalam konsep Indo-Pasifik yang digagas Indonesia.
"Saat pertemuan EAS (East Asia Summit di Singapura), ada 18 negara, hampir semua negara menyampaikan dukungan terhadap sentralitas dalam pengembangan Indo Pasifik, pengakuan terhadap sentralitas ASEAN juga disampaikan Menlu Pompeo," kata Menlu Retno.
Dia menegaskan prinsip-prinsip Indo-Pasifik yang diusung Indonesia yakni inklusivitas, keterbukaan, mengutamakan kerja-sama, kebiasaan berdialog, penghormatan terhadap hukum-hukum internasional dan sentralitas ASEAN.
Menlu Pompeo tidak memberikan pernyataan pers seusai pertemuan dengan Menlu RI. Tidak pula memberi kesempatan bagi wartawan untuk mengajukan pertanyaan.
Indonesia merupakan pijakan terakhir kunjungan kerja Menlu Pompeo ke Asia Tenggara yang dimulai 1-5 Agustus 2018. Hari ini, Minggu (5/8), Menlu Pompeo akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta.
[Gambas:Video CNN] (nat)