Temui Menlu AS, Retno Bahas Solusi Dua Negara buat Palestina

Natalia Santi | CNN Indonesia
Minggu, 05 Agu 2018 00:47 WIB
Menlu Retno Marsudi tegaskan solusi dua negara untuk penyelesaian masalah Palestina saat ditemui Menlu AS Mike Pompeo di Gedung Pancasila, Jakarta, Sabtu (4/8). Menlu Retno Marsudi dan Menlu AS Mike Pompeo di Gedung Pancasila, Jakarta, Sabtu (4/8). (CNNIndonesia/Natalia Santi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi menegaskan solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalah Palestina dalam pertemuan dengan Menlu Amerika Serikat Michael Richard Pompeo di Jakarta, Sabtu (4/8).

Menlu RI menegaskan pentingnya penyelesaian masalah Palestina yang mendapat perhatian besar tidak saja pemerintah, tetapi juga masyarakat Indonesia.

"Masyarakat dan pemerintah Indonesia punya perhatian yang besar dan dukungan terhadap perjuangan bangsa Palestina. Bagi Indonesia, penyelesaian two state solution adalah satu-satunya jalan yang harus ditempuh," kata Menlu Retno seusai pertemuan dengan Menlu Pompeo di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta.


Two state solution adalah solusi bagi konflik Israel Palestina, yakni negara Palestina merdeka dan Israel di sebelah barat Sungai Jordan. Solusi tersebut ditetapkan lewat resolusi Majelis Umum PBB 194 yang diadopsi pada 11 Desember 1948. Selain, solusi dua negara, resolusi 194 juga menetapkan hak pengungsi Palestina untuk kembali ke kampung halamannya yang diduduki Israel.

Kebijakan luar negeri Amerika Serikat terkait isu Israel-Palestina berubah drastis di masa pemerintahan Presiden Donald Trump. Pada 26 Desember lalu, Trump mengumumkan rencana pemindahan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, yang resmi dibuka pada 14 Mei lalu.

Trump juga mengurangi bantuan bagi Badan Perserikatan Bangsa-bBangsa (PBB) yang mengurusi pengungsi Palestina, UNRWA.

Kepada Menlu Retno, Menlu Pompeo menyatakan situasi Palestina bukanlah situasi yang mudah. "Tetapi saat saya menyebutkan mengenai two state solution, saya melihat penerimaan beliau bahwa two state solution ini merupakan jawaban atau merupakan satu-satunya solusi," kata Menlu RI.

Menurut Menlu Retno, Pompeo tidak menolak solusi dua negara. "Beliau menyampaikan masih perlu waktu untuk kemudian bisa membuat satu peace plan (rencana perdamaian) mengenai masalah Palestina," kata Menlu RI.

Namun, Menlu RI menegaskan bahwa solusi dua negara, atau two state solution sebagai satu-satunya solusi yang bernilai dan dapat bertahan dalam jangka panjang.

"Suasana di lapangan tentunya akan menjadi pertimbangan, tetapi sekali lagi, kita tidak boleh kehilangan roh dari perjuangan yang ada, yaitu mengenai two state solution," kata Menlu RI.

"Jadi intinya justru yang kita inginkan adalah suasana di lapangan tidak menjadi lebih buruk, yang dapat mengaburkan tujuan utama perjuangan bangsa Palestina, dukungan masyarakat internasional terhadap two state solution," kata Menlu RI.

Aksi demonstrasi warga Palestina masih terus berlangsung di Jalur Gaza. Pada Sabtu (4/8), tentara Israel kembali menembak mati seorang warga Palestina dan melukai sedikitnya 220 lainnya. Selama empat bulan terakhir aksi demo di Jalur Gaza telah menewaskan sedikitnya 156 warga Palestina, dan ribuan lainnya luka-luka.

Indonesia merupakan pijakan terakhir kunjungan kerja Menlu Pompeo ke Asia Tenggara yang dimulai 1-5 Agustus 2018. Besok pagi, Minggu (5/8), Menlu Pompeo akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta.

(nat/nat)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER