Ibu Osama bin Laden Buka Suara Soal Puteranya

CNN, CNN Indonesia | Minggu, 05/08/2018 13:00 WIB
Ibu Osama bin Laden Buka Suara Soal Puteranya Osama bin Laden tewas dalam operasi yang dilakukan oleh Navy SEAL di kota Abbottabad, Pakistan pada 2011. (Reuters/Jason Reed)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk kali pertama, ibu dari Osama bin Laden yang bernama Alia Ghanem memberikan wawancara kepada media.

Wawancara yang dilakukan oleh harian Guardian dan berlangsung di Jeddah ini patut dicatat karena Osama, dalang serangan teroris 9/11 di Amerika Serikat, dan ibunya memiliki hubungan yang sangat dekat.

Pernyataan-pernyataan Ghanem dalam wawancara itu bisa dipercaya dan bisa mengungkap hubungannya dengan sang anak yang memang tidak diketahui luas.


Ghanem menyebut Osama "anak yang sangat baik dan sangat mencintai saya."

Menurut Ghanem yang kini berusia 70-an tahun, dia bercerai dari Mohammed bin Laden ketika Osama berusia tiga tahun. Mohammed bin Laden adalah kepala keluarga bin Landen yang sangat kaya. Osama adalah satu-satunya anak mereka berdua.

Mohammed bin Laden memiliki 53 anak dari 20 isteri. Dia meninggal dalam kecelakaan pesawat ketika Osama berusia 10 tahun.
Osama dibesarkan oleh suami kedua Ghanem, Mohammed al-Attas.

Ghanem dan keluarganya tinggal di daerah kaya Jeddah yang memperlihatkan bahwa bisnis konstruksi bin Laden adalah salah satu perusahaan terbesar di Timur Tengah.

Guardian menyebutkan bawa Ghanem berbicara kepada media untuk kali pertama karena pemerintah Arab Saudi yang kini dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Mohamed bin Salman, mengizinkannya.

Pemerintah Arab Saudi ingin menjelaskan bahwa Osama bin Laden tidak mendapat bantuan apapun dari pemerintah seperti yang diklaim dalam tuntutan hukum keluarga sejumlah korban serangan 9/11.
Harian Inggris ini juga mencatat bahwa seorang pejabat pemerintah Saudi hadir dalam wawancara tersebut.

Kasus itu memang belum dipecahkan namun tidak ada bukti Arab Saudi mendukung Osama. Patut juga diingat bahwa tujuan utama Osama bin Laden adalah menggulingkan kerajaan Arab Saudi.
Ibu Osama bin Laden Buka Suara Soal PuteranyaIbu Osama bin Laden mengatakan keluarga bin Laden merasa malu akan perbuatan Osama melakukan serangan terorisme di Amerika Serikat pada 2001. (AFP/Henny Ray Abrams) 
Dalam wawancara ini, ibu Osama menyalahkan pihak luar seperti mentor Osama asal Palestina, Abdullah Azzam, yang dengan sengaja "mencuci otak" puteranya itu dan membuatnya percaya pada jihadisme ketika Osama yang masih berusia 20an tahun berjuang di "perang suci" Afghanistan melawan Uni Soviet pada pertengahan 1980an.

Azzam yang tewas dibunuh di Pakistan pada 1989 memang mentor Osama namun dia tidak memusatkan perhatian pada Amerika Serikat.

Ibu bin Laden mengkonfirmasi pada Guardian bahwa dia adalah penganut Alawiyah dari Suriah, yang merupakan cabang dari Islam Syiah. Fakta ini sudah lama diduga banyak pihak tetapi kepastian ini bisa membantu mengisi aspek penting dalam latar belakang Osama bin Laden.
Fakta bahwa ibunda kesayangan Osama seorang Alawiyah bisa membantu menjelaskan asalasan Osama tidak pernah mendorong memerangi Islam Syiah. Tidak seperti kelompok jihadis Sunni lain seperti ISIS.

Ghanem mengatakan dua hari setelah sernagan 9/11 dia mengetahui bahwa puteranya Osama berada dibalik serangan itu dan dia "terkejut... Kami merasa malu karena dia. Kami tahu pasti kami akan menghadapi konsekuensi yang berat."

Keluarga bin Laden pun dimintai keterangan oleh pihak berwenang Arab Saudi dan untuk beberapa lama tidak boleh meninggalkan negara itu.

Ghanem secara rutin berhubungan dengan tiga janda Osama yang selamat dari operasi Navy SEAL pada 2011 yang menewaskan pemimpin al Qaidah itu di Abbottabad, Paksitan.

Ketiganya kini tinggal di Arab Saudi namun dilarang meninggalkan negara itu.

Ibu Osama mengizinkan Guardian mengambil fotonya yang cukup mengejutkan karena foto wajah perempuan di Arab Saudi sangat tidak biasa.
Ibu Osama bin Laden Buka Suara Soal PuteranyaIbu Osama menkonfirmasi bahwa dia seorang penganut Alawiyah yang merupakan cabang dari Islam Syiah. (Reuters/Pentagon/Handout/Files
Ghanem mengatakan dia terakhir kali bertemu dengan puteranya adalah di Kandahar, Pakistan pada 1999, satu tahun setelah serangan al Qaidah ke kedutaan besar Amerika Serikat di dua negara Afrika yang menewaskan 200 orang.

Wawancara Guardian ini tidak menyebut keterangan pengawal utama Osama yaitu Abu Jandal bahwa Ghanem ke Kandahar sebagai utusan pemerintah Arab Saudi untuk membujuk puteranya keluar dari kehidupan terorisme.

Pengawal Osama bin laden menyebut bahwa sang putera memperlakukan ibunya dengan hormat namun mengatakan dia tidak bisa menghentikan jihadnya: "Ini prinsip. Prinsip ini ada dalam hati saya dan saya berjanji kepada Allah untuk tidak meninggalkanya." (yns)