Pesawat Perang Dunia II Jatuh di Swiss, 20 Orang Tewas

AFP, CNN Indonesia | Senin, 06/08/2018 13:06 WIB
Pesawat Perang Dunia II Jatuh di Swiss,  20 Orang Tewas Ilustrasi Pegunungan Swiss. (REUTERS/Denis Balibouse)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesawat antik peninggalan Perang Dunia II jatuh di pegunungan Swiss dan menewaskan 20 penumpangnya, Minggu (5/8). Polisi masih menyelidiki mengapa pesawat itu dikabarkan terjun bebas dengan kecepatan tinggi.

"Polisi mengabarkan kepastian yang menyedihkan bahwa 20 penumpang tewas," kata juru bicara Kepolisian Swiss, Anita Senti dalam konferensi pers yang dilansir kantor berita AFP, Senin (6/8).

Dari 20 penumpang pesawat antik peninggalan Perang Dunia II yang jatuh di pegunungan Swiss tersebut, 11 di antaranya pria dan sembilan perempuan. Termasuk pasangan suami-istri asal Austria dan putra mereka.




Pesawat Junker JU52 HB-HOT buatan Jerman, dibuat pada 1939 dan dijuluki "Iron Annie. Pesawat peninggalan Perang Dunia II tersebut adalah pesawat antik milik kolektor.

Pesawat jatuh di Piz Segnas, puncak gunung setinggi 3.000 meter di sebelah timur Swiss, dari ketinggian 2.540 di sisi barat pegunungan.

Menurut surat kabar berbahasa Jerman, Blick, pesawat Perang Dunia II itu lepas landas dari Ticino di selatan negara itu dan mendarat di lapangan udara militer Duebendorf, dekat Zurich, Sabtu (4/8) sore.

Laporan dari Swiss menyatakan para penumpang baru kembali dari Locarno, kawasan wisata Danau Maggiore di selatan Swiss dimana mereka berlibur sejak Jumat (3/8) pagi.

Pesawat Perang Dunia II jatuh 'seperti batu', menurut saksi seperti dikutip surat kabar 20 Minutes.

"Pesawat berbalik 180 derajat ke arah selatan dan jatuh ke tanah seperti batu," kata saksi. Dia menambahkan puing-puing pesawat antik peninggalan Perang Dunia II itu berserakan di satu wilayah yang berdekatan, mengindikasikan bahwa ledakan tampaknya bukan penyebab kecelakaan.


(nat)