Presiden Baru Kolombia Ivan Duque Janji Berdamai dengan FARC

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 08/08/2018 14:04 WIB
Presiden Baru Kolombia Ivan Duque Janji Berdamai dengan FARC Ivan Duque dilantik menggantikan Juan Manuel Santos sebagai Presiden Kolombia ke-60, Selasa (7/8). (AFP PHOTO / Raul ARBOLEDA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Kolombia, Ivan Duque mengatakan dirinya ingin membuat perubahan penting pada perjanjian perdamaian pemberontak kiri Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC).

Duque dilantik menggantikan Juan Manuel Santos sebagai Presiden Kolombia ke-60, Selasa (7/8).

"Kami akan melakukan koreksi terhadap kesalahan-kesalahan struktural yang muncul ketika menerapkan kesepakatan itu. Para korban dari konflik itu harus menerima kompensasi moral, finansial, dan ekonomi," kata Duque saat upacara pelantikan seperti dilansir kantor berita Sputnik.


Duque, 42 tahun, pemimpin Partai Demokratik Tengah menyatakan pemerintahannya akan menyelesaikan perundingan perdamaian dengan Tentara Pembebasan Nasional (ELN) Kolombia.

"Dalam 30 hari pertama, kami akan melaksanakan evaluasi yang bertanggung jawab, bijaksana dan menyeluruh atas proses negosiasi dengan ELN selama 17 terakhir," kata Duque.



Dia juga berjanji untuk memperkuat tentara Kolombia.

Di bidang ekonomi, Duque akan meluncurkan program reaktivasi ekonomi untuk memacu investasi dan kompetisi.

"Kolombia harus menjadi negara di mana perusahaan mikro, kecil, menengah dan besar terus berkembang dan menghasilkan lapangan kerja berkualitas," kata Duque seperti dilansir kantor berita Xinhua.

"Saya akan melaksanakan seluruh reformasi struktural yang diperlukan untuk menjamin keberlangsungan fiskal bangsa dengan tujuan mencapai pertumbuhan ekonomi lebih dari empat persen," kata Duque.

Wakil Presiden Kolombia, Marta Lucia Ramirez menjadi wanita pertama yang mengisi peran tersebut. Kantor berita Caracol menyatakan upacara pelantikan dihadiri wakil dari 17 negara di Alun Alun Bolivar,

Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) memperjuangkan perubahan dengan melawan Pemerintah Kolombia atau yang dikenal dengan perang saudara lebih dari 50 tahun sebelum menandatangani perjanjian damai bersejarah pada tahun 2016.

Sebelumnya, Duque berjanji bahwa dirinya akan menghormati perjanjian damai dengan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) yang ditandatangani oleh Presiden Kolombia sebelumnya, Juan Manuel Santos.

Tonton juga video: Presiden Baru Kolombia Janji Berdamai dengan FARC
[Gambas:Video CNN] (cin/nat)