PBB Sebut Produksi Opium dan Kokain Global Mengkhawatirkan

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 29/06/2018 04:34 WIB
PBB Sebut Produksi Opium dan Kokain Global Mengkhawatirkan Ilustrasi kokain Kolombia. (Reuters/John Vizcaino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Laporan Obat-obatan Terlarang Dunia Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut produksi narkoba jenis kokain dan opium secara global telah mencapai rekor tertinggi, Selasa (26/6).

"Lebih dari seperempat juta orang di dunia menggunakan narkoba setiap tahun dan mengakibatkan setengah juta kematian," kata UN Word Drug Report .

Pada tahun lalu, 13 juta anak usia 15-16 tahun telah menggunakan ganja. Sekitar 5,6 persen dari populasi global orang dewasa, atau sekitar 275 juta orang telah menggunakan narkoba setidaknya satu kali pada tahun 2015.



Sekitar 31 juta orang menderita gangguan akibat penggunaan narkoba dan 450 ribu orang meninggal akibat penggunaan narkoba pada tahun 2015.

"Temuan tahun ini menunjukan bahwa pasar obat-obatan terlarang sedang meluas, dengan produksi kokain dan opium mencapai rekor tertinggi, menghadirkan berbagai tantangan di berbagai bidang," kata Yury Fedotov, Direktur Eksekutif Kantor PBB divisi Narkoba dan Kejahatan seperti dilansir situs berita Turki, Anadolu.

"Pembuatan kokain secara global pada 2016 mencapai tingkat tertinggi, dengan perkiraan 1.410 ton yang diproduksi. Sebagian besar kokain dunia berasal dari Kolombia," kata laporan tersebut.


Jumlah orang yang menggunakan narkoba meningkat 20 juta orang dari 2015 hingga 2016, menurut laporan tersebut.

Opium adalah jenis narkotika yang paling berbahaya dan dihitung 76 persen berdampak negatif terhadap kesehatan terkait dengan menderita gangguan penggunaan narkoba di seluruh dunia, kata laporan tersebut.

"Peningkatan ditandai dari penanaman tumbuhan opium dan secara bertahap meningkat di Afghanistan, mengakibatkan produksi opium mencapai 9 ribu ton di sana," kata laporan tersebut.

Laporan itu juga mengatakan, bahwa rute Balkan terus mendominasi perdagangan opium yang berasal dari Afghanistan. Sebagian besar heroin dan morfin yang diamankan di rute Balkan disita oleh Republik Islam Iran dengan jumlah 32 ton. Adapun jumlah yang disita di Turki mencapai 5,6 ton, dan kota-kota di Balkan mencapai 0,8 ton.

(rgt/nat)