Ia ditahan atas dugaan melanggar Undang-Undang Internet Bangladesh yang disahkan pada 2006 dan dipertajam pada 2013. UU ini sendiri, menurut para kritikus digunakan untuk memadamkan perbedaan pendapat dan melecehkan wartawan.
Alam, 63, menuduh aparat kepolisian menyerangnya di tahanan hingga dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Ia lalu dibawa ke penjara pada Minggu (12/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alam merupakan pendiri Pathshala South Asian Media Institute dan berbagai karyanya telah terbit di media-media barat.
Penangkapan Alam sendiri terjadi mengakhiri demonstrasi pelajar besar-besaran di Bangladesh selama sembilan hari, menyusul kematian dua remaja yang ditabrak oleh bus.
Akhir pekan lalu, demonstrasi disertai kekerasan. Demonstran mulai melakukan aksi vandalisme dengan menyerang kendaraan, sementara polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet.
Meskipun protes itu terjadi pada pekan lalu, pihak berwenang Bangladesh akan menindak keras aktivis online karena "menyebarkan desas-desus" untuk membuat kerusuhan.
Sementara itu, polisi masih mencari orang di balik 1.000 akun Facebook dan telah menahan setidaknya puluhan aktivis media sosial. (cin/stu)