Struktur Jembatan Tol Genoa Diduga Rapuh Sebelum Ambruk

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 15/08/2018 10:20 WIB
Struktur Jembatan Tol Genoa Diduga Rapuh Sebelum Ambruk Para ahli konstruksi menyebut jembatan jalan tol Genoa tersebut bermasalah sejak awal, sebelum runtuh diguyur hujan lebat pada Selasa (14/8). (REUTERS/Massimo Pinca)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jembatan tol Morandi di Genoa, Italia diduga memiliki masalah konstruksi sejak awal pembangunannya pada 1960-an silam hingga memicu kritik keras dari para ahli konstruksi. Jembatan itu akhirnya ambruk di tengah guyuran hujan badai, Selasa (14/8) siang.

Sedikitnya 35 orang tewas, dan puluhan luka-luka dalam insiden runtuhnya jembatan jalan tol yang disebut sebagai 'tragedi besar' tersebut.

Melalui laporan terbarunya, situs spesialis bidang teknik Ingegneri.info mengatakan struktural jembatan jalan tol Genoa sepanjang 1 kilometer tersebut selalu menghadirkan "keraguan" dan menyebut insiden robohnya jembatan "hanya menunggu waktu saja untuk terjadi."


Ingegneri.info mengatakan jembatan Morandi seharusnya mampu bertahan setidaknya untuk satu abad. Namun, struktur jembatan yang tak proporsional telah lama menjadi beban pemeliharaan selama ini khususnya dalam hal memperbaiki retakan dan degradasi beton.



Seorang profesor bidang konstruksi Universitas Genoa, Antonio Brencich, mendukung laporan Ingegneri.info tersebut. Dia juga menyoroti masalah pemeliharaan jembatan tersebut yang dianggap tidak memadai.

"Insiden itu dipengaruhi oleh masalah korosi yang sangat serius terkait dengan teknologi yang digunakan dalam konstruksi jembatan. Riccardo Morandi [desainer jembatan] ingin menggunakan teknologi yang telah dipatenkan namun tidak lagi digunakan dan ini menunjukkan kegagalannya," kata Brencich kepada Radio Capitale seperti dikutip AFP, Rabu (15/8).

Brencich telah lama mengkritik pembangunan jembatan tersebut. Pada 2016 lalu, ia juga menyoroti masalah pembangunan jembatan tersebut yang melampaui anggaran dan masalah perhitungan yang buruk terkait konstruksinya.

Hingga kini, otoritas Italia melaporkan sedikitnya 35 orang tewas akibat insiden robohnya sebagian jembatan Morandi. Namun, jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah lantaran petugas darurat masih berusaha mencari korban yang mungkin masih terjebak puing reruntuhan.

Di bawah jembatan tersebut terdapat pusat perbelanjaan, pabrik, beberapa rumah, serta jalan raya yang menghubungkan Genoa-Milan dan Sungai Polcevera.

Dikutip The Guardian, lalu lintas jembatan tersebut diperkirakan lebih ramai dari biasanya saat peristiwa terjadi lantaran banyak warga Italia dan turis yang ingin berlibur di pantai dan gunung menjelang libur nasional Ferragosto.

[Gambas:Video CNN]


(nat)