Duterte berharap China bisa "mengendalikan" perilaku dan menghentikan pergerakan yang bisa berujung pada konfrontasi dengan sekutu AS.
Menurutnya Filipina terletak cukup dekat untuk ikut terkena ancaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Duterte ini dikeluarkan ketika China secara rutin memerintahkan kapal negara lain untuk meninggalkan wilayah di sekitar pulau buatan miliknya di Laut China Selatan.
Sebelumnya Duterte dikecam banyak pihak karena sikap lunak terhadap China dalam konflik Laut China Selatan.
Amerika Serikat melakukan patroli militer di Laut China Selatan yang diperebutkan China, Filipina, Taiwan, Brunai, Vietnam dan Malaysia. (US Navy/CPO John Hageman/Handout via Reuters) |
Presiden Filipina ini menerapkan kebijakan untuk terus berhubungan dengan Beijing untuk mendapatkan bantuan, pinjaman dan investasi bernilai jutaan dolar.
Akan tetapi, terkait pembangunan pulau buatan China di Laut China Selatan Duterte sebelumnya mengatakan bahwa Amerika Serikat karena tidak mencegah pembangunannya sejak awal.
China, Taiwan, Filipina, Malaysia, Vietnam dan Brunei saling mengklaim kepulauan Spratly, lokasi tempat China membangun pulau buatan yang tampaknya dijadikan instalasi militer. (yns)
Amerika Serikat melakukan patroli militer di Laut China Selatan yang diperebutkan China, Filipina, Taiwan, Brunai, Vietnam dan Malaysia. (US Navy/CPO John Hageman/Handout via Reuters)