Banjir Bandang Merendam Wilayah Kerala di India, 164 Tewas

Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 17/08/2018 18:56 WIB
Banjir Bandang Merendam Wilayah Kerala di India, 164 Tewas Pemerintah mengatakan bantuan dari udara merupakan satu-satunya pilihan saat ini. (Reuters/Sivaram V)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banjir parah yang terjadi di Kerala, India, hingga Jumat (17/8) telah menewaskan 164 orang dan menyebabkan 200 ribu lainnya terpaksa masuk ke kamp bantuan. Sementara itu, air belum diperkirakan akan menyurut.

Perdana Menteri India Narendra Modi dijadwalkan akan mengunjungi wilayah itu pada Jumat sore waktu setempat.

Sementara itu, Kepala Menteri Kerala Pinarayi Vijayan mengatakan ia berharap militer dapat meningkatkan bantuan untuk upaya penyelamatan. Saat ini, tim penyelamat sudah menggunakan puluhan helikopter dan ratusan perahu.
Vijayan menyebut bahwa dirinya sudah berbicara kepada Menteri Pertahanan pada Jumat pagi dan meminta lebih banyak helikopter.


Ia juga berencana mengirim 11 helikopter tambahan ke lokasi yang paling parah.

"Di beberapa daerah, bantuan dari udara jadi satu-satunya pilihan. Ribuan orang masih terdampar," kata dia dalam konferensi pers di ibu kota Kerala, Thiruvananthapuram.

Banjir mulai terjadi sejak sembian hari lalu dan Vijayan. Dari 164 orang yang tewas, sebagian diakibatkan tanah longsor. Sementara sekitar 223 ribu lainnya terpaksa masuk ke 1.568 kamp bantuan.
Kerala merupakan salah satu tujuan utama bagi wisatawan domestik dan turis asing di India.

Bandara Internasional Cochin terendam banjir dan berhenti beroperasi sementara hingga 26 Agustus, sehingga penerbangan diarahkan ke dua bandara lain di negara bagian itu.

Pemerintah setempat mengatakan diperkirakan hujan lebat masih akan turun di beberapa lokasi selama akhir pekan ini.

[Gambas:Video CNN] (cin/stu)