Penyerang Kantor Polisi Spanyol Teriakkan Allahu Akbar

AFP, CNN Indonesia | Senin, 20/08/2018 18:11 WIB
Penyerang Kantor Polisi Spanyol Teriakkan Allahu Akbar Polisi Spanyol berjaga-jaga di kantor polisi yang diserangan pria dengan pisau yang diduga terkait aksi terorisme. (AFP PHOTO/LLUIS GENE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi Spanyol menembak mati pria asal Aljazair yang mencoba menusuk mereka dengan pisau sembari meneriakkan "Allahu akbar" dalam serangan yang disebut terkait aksi terorisme.

Polisi negara itu mengatakan pria tersebut mendatangi kantor polisi di kota Cornella, dekat Barcelona, pada pukul 06.00 waktu setempat "untuk menyerang polisi" dan "ditembak mati".

"Penyelidikan segera dilakukan terkait kejadian pagi ini di kantor polisi Cornella untuk mencari alasan serangan itu," kata keterangan tertulis polisi.
Polisi Spanyol kemudian menyatakan serangan itu sebagai aksi teroris.


Sumber-sumber unit anti-terorisme polisi Spanyol mengatakan pria berusia 29 tahun ini tinggal di daerah kejadian, dan meneriakkan "Allahu akbar" ketika menyerbu ke kantor polisi.

Sebelumnya, perwakilan pemerintah pusat di Catalonia, Teresa Cunillera, meminta langkah "hati-hati" sebelum menyimpulkan motif pelaku dan penyelidikan polisi harus dilakukan hingga tuntas.

"Hingga ada pemeriksaan minimum, melihat alasan tindakan itu, sangat sulit untuk mengambil kesimpulan," ujar Cunillerad kepada stasiun radio setempat.
Penyerang Kantor Polisi Spanyol Teriakkan Allahu AkbarPolisi membawa jenazah pelaku serangan ke satu kantor polisi yang diduga bermotif terorisme.(AFP PHOTO LLUIS GENE)
Kantor polisi yang diserang itu segera ditutup dan terlihat petugas dari rumah duka membawa jenazah pelaku ke luar gedung.

Petugas polisi segera menggeledah rumah pelaku yang terletak hanya beberapa ratus meter dari lokasi penyerangan.

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari dari peringatan satu tahun serangan jihadis di Catalonia.
Sebanyak 16 orang tewas dalam serangan pada 17 Agustus, 2017, saat itu satu mobil van menabrak kerumunan warga di jalan Las Ramblas, Barcelona dan satu serangan dengan pisau di tempat wisata Cambrils.

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan terburuk di Spanyol sejak pengeboman kereta di Madrid pada 2004 yang menewaskan 191 orang dan melukai lebih dari 1.800 lainnya.

ISIS Menyasar Polisi

Spanyol menerapkan tingkat kewaspadaan kedua tertinggi akan serangan teroris sejak 2015.

Catalonia, yang menjadi tempat tinggal sejumlah besar imigran generasi kedua, memiliki sejarah panjang dengan aktivitas militan Islamis.

Ekstremis Muslim pertama Spanyol, anggota Kelompok Pasukan Islam Alzajair, ditemukan di Catalonia pada 1995.
Mohammed Atta, pilot pesawat penumpang yang menabrakkan diri ke World Trade Center di New York pada 11 September, 2001, tinggal di Catalonia sebelum melakukan serangan itu.

Pada 2008, satu rencana menyerang kereta bawah tanah Barcelona berhasil diungkap ketika aksi itu hampir dilakukan.

Satu dari empat orang yang ditahan di Spanyol dalam kasus terorisme ekstrem Muslim berasal dari provinsi Barcelona, Catalonia. Satu penelitian badan Real Instituto Elcano menyebut provinsi itu sebagai "pusat utama kegiatan jihadis". (yns/yns)