Mahathir Sebut Proyek Infrastruktur China Tak Dilanjutkan

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Selasa, 21/08/2018 13:33 WIB
Mahathir Sebut Proyek Infrastruktur China Tak Dilanjutkan Perdana Menteri Mahathir Mohamad menyebut proyek kereta cepat dan pipa gas bernilai miliaran dolar dengan China akan dibatalkan. (Reuters/Lai Seng Sin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyebut proyek kereta cepat dan pipa gas bernilai miliaran dolar dengan China akan dibatalkan.

"Proyek-proyek itu tidak akan dilanjutkan," ujar Mahathir sesaat sebelum kembali ke Kuala Lumpur setelah lawatannya ke Beijing, sebagaimana dikutip South China Morning Post, Selasa (21/8).

Melanjutkan pernyataannya, Mahathir berkata, "Sekarang ini, prioritasnya adalah mengurangi utang. Semuanya akan ditangguhkan hingga kami sanggup, dan mungkin kami akan mengurangi biayanya."
Ketika ditanya ihwal kompensasi yang harus dibayar Malaysia jika membatalkan proyek tersebut, Mahathir mengaku siap.


"Jika kami harus membayar kompensasi, kami harus membayar. Ini adalah kebodohan negosiasi sebelumnya. Kami harus cari cara untuk keluar dari proyek ini. Ini adalah kebodohan rakyat kami sendiri," tutur Mahathir.

Proyek bernilai miliaran dolar ini disepakati saat Malaysia masih di bawah kendali mantan Perdana Menteri Najib Razak yang dikenal dekat dengan pemerintahan China.
Selama ini, Mahathir mengkritik kesepakatan tersebut karena dianggap terlalu besar, yaitu US$20 miliar untuk kereta cepat, serta dua pipa gas bernilai US$2 miliar. Ia khawatir Malaysia akan "berutang" kepada China.

Meski masalah ini seharusnya diatur langsung dengan perusahaan-perusahaan China, ia mengaku sudah menyampaikan sudut pandangnya mengenai ketimpangan proyek ini kepada pemerintahan Presiden Xi Jinping.

"Mereka setuju," katanya.
Namun, Mahathir memastikan bahwa segala kekhawatiran China akan perguliran kekuasaan dari Najib ke tangannya yang dikenal nasionalis akan terhapus dengan kunjungan ini.

"Mereka sebelumnya tidak mengerti apa yang saya lakukan, saya harus menjelaskannya langsung," ucap Mahathir. (has/has)