Dikutip dari Reuters, langkah tersebut diambil Bahrain sebagai balasan atas 'tindakan bermusuhan' pemerintah Qatar. Namun, mereka tidak menjelaskan lebih lanjut tindakan tersebut.
Pernyataan yang dimuat di kantor berita negara BNA itu juga mengatakan bahwa tindakan ini tak berpengaruh pada mahasiswa Qatar yang belajar di negara tersebut dan warga negara Qatar lainnya yang telah memiliki visa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doha menyangkal itu dan mengatakan boikot adalah upaya untuk mengendalikan dukungannya untuk reformasi.
Pada bulan Oktober, Bahrain mengatakan akan memberlakukan visa masuk pada warga Qatar sebagai langkah pengamanan.
Warga dari negara-negara Dewan Kerjasama Teluk enam negara sebaliknya seharusnya dapat melakukan perjalanan dalam GCC hanya membawa kartu identitas. (agi)