"Kami tidak butuh F-16 itu, tapi mereka menawarkannya setelah mereka mempermalukan kita," ujar Duterte menanggapi surat dari Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.
"Jika mereka berpikir kami akan membeli pesawat Lockheed Martin itu, berapa banyak F-16 yang bisa saya beli? Tiga? Buat apa? Melawan China? Malaysia? Yang kami butuhkan adalah pesawat baling-baling untuk melawan pemberontak."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menulis kepada Anda untuk memastikan dukungan pemerintah kami untuk upaya modernisasi Pasukan Bersenjata Filipina dan komitmen kami untuk terus bekerja sama dengan kongres Anda untuk mendukung langkah strategisnya," tulis Kim.
Melalui surat tersebut, Kim dilaporkan juga menawarkan pertemuan antara Duterte, Pompeo, dan Mattis.
Namun, Duterte tak suka dengan kritik dari mantan Presiden Barack Obama dan keputusan AS sebelumnya untuk menghentikan bantuan militer ke Filipina.
Di tangan Duterte, Filipina memang dianggap mengubah haluan negaranya dari sebelumnya bersekutu dekat dengan AS menjadi lebih dekat ke China dan Rusia.
Pekan lalu, Asisten Menhan As untuk Keamanan Asia Pasifik, Randall Schriver, memperingatkan Filipina agar tidak membeli peralatan pertahanan dari Rusia. (has)