Dipaksa, Trump Kibarkan Bendera Setengah Tiang untuk McCain

Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 28/08/2018 14:55 WIB
Dipaksa, Trump Kibarkan Bendera Setengah Tiang untuk McCain Biasanya Gedung Putih akan mengikuti Kongres AS mengibarkan bendera setengah tiang saat tokoh Parlemen wafat, tapi hal itu tidak terjadi saat Senator asal Arizona John McCain meninggal, Sabtu (25/8). REUTERS/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gedung Putih akhirnya mengibarkan bendera setengah siang untuk mengenang mendiang Senator John McCain yang wafat, Sabtu (25/8).

McCain, veteran dan mantan tahanan perang Vietnam, mantan senator AS asal Arizona, dan kandidat presiden Partai Republik pada Pemilihan Presiden AS 2008, wafat akibat kanker otak dalam usia 81 tahun.

Banyak warga Amerika Serikat, tanpa diperintah, mengibarkan bendera setengah tiang sebagai penghormatan terhadap McCain.


Namun, Presiden Donald Trump, yang kerap bentrok dengan rekannya dari Partai Republik tersebut, dan menyebut McCain bukanlah pahlawan perang, menolak memberikan penghormatan seperti yang biasa dilakukan setiap presiden Amerika Serikat.

Pada Sabtu, Gedung Putih menurunkan bendera setengah tiang, lalu menaikkannya kembali sesuai periode minimum yang ditetapkan undang-undang. Trump juga menunda pengumuman agar bendera setengah tiang dikibarkan minimal selama dua hari.

Namun akhirnya, di bawah tekanan veteran dan anggota Kongres AS, Trump mengeluarkan pernyataan bahda dirinya menghormati jasa-jasa McCain bagi negara dan memerintahkan pengibaran setengah tiang.

Legiun Veteran Perang AS lewat laman Facebook mereka mendesak Gedung Putih untuk mengikuti protokol yang telah lama berlaku jika seseorang tokoh meninggal dunia. Legiun Veteran AS menyebut McCain sebagai salah satu anggota kehormatan mereka.

Setelah seharian mengabaikan seruan pertanyaan, permintaan pernyataan soal McCain, Trump pun bersuara di pertemuan para pemimpin evangelis di Gedung Putih, Senin (27/8) malam, dua hari setelah kematian McCain.

"Hati dan doa kami tertuju pada keluarga Senator John McCain, kami sangat menghargai segala hal yang dilakukan Senator McCain bagi negara," kata Trump.

Sepanjang Senin, kantor-kantor pemerintah federal kebingungan. Bendera setengah tiang dikibarkan di Gedung Capitol, gedung parlemen AS, dan ratusan taman nasional. Namun di Pentagon dan Mahkamah Agung AS, bendera AS berkibar penuh, akibat tidak adanya perintah dari Gedung Putih.

Departemen Keamanan Dalam Negeri memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang pasca tersiarnya kabar kematian McCain, namun kembali menaikkannya Senin, dan menyerahkan keputusan soal bendera kepada masing-masing lembaga.

Presiden Amerika Serikat biasanya mengikuti jejak Kongres AS jika seorang tokoh Parlemen wafat dan memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di hari pemakaman. Trump dikritik karena bungkam soal kematian McCain.

"Saya ragu Anda dapat menemukan situasi yang sama di mana Presiden tidak memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang hingga pemakaman," kata John Lawrence, profesor sejarah di Washington Center, Universitas California.

"Perbedaan antara kebijakan Kongres AS dan Gedung Putih jelas terlihat dan agak mengejutkan."

McCain kerap mengkritik Trump dan keluarganya telah menyatakan bahwa McCain tidak ingin Presiden menghadiri pemakamannya.

Juru bicara keluarga McCain mengeluarkan pesan terakhir dari Senator asal Arizona tersebut dimana dia menyatakan bahwa "Kita memperlemah kebesaran kita saat kita mencampuradukkan patriotisme dengan persaingan kesukuan, kita melemahkannya saat bersembunyi di balik dinding, bukannya meruntuhkannya, ketika kita meragukan kekuatan idealisme, bukannya mempercayainya sebagai kekuatan besar perubahan, seperti yang sering terjadi."

(nat)