Serangan AS di Libya Tewaskan Eks-Pemimpin Lokal ISIS

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 29/08/2018 13:12 WIB
Serangan AS di Libya Tewaskan Eks-Pemimpin Lokal ISIS ISIS berhasil diusir keluar dari Sirte. (REUTERS/Hani Amara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Militer Amerika Serikat mengatakan serangan udaranya di Libya berhasil menewaskan seorang anggota ISIS yang pernah menjadi pemimpin lokal kelompok teroris itu, Selasa (28/8).

"Komando Militer AS di Afrika (AFRICOM) melakukan serangan udara presisi dekat Bani Walid, Libya, pada 28 Agustus, dan menewaskan satu teroris ISIS-Libya," bunyi pernyataan AFRICOM, Rabu (29/8).

AFRICOM menegaskan serangan yang terjadi 170 kilometer dari tenggara Ibu Kota Tripoli itu telah dikoordinasikan dengan pemerintah Libya dan didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


Komando tersebut juga menegaskan operasi serangannya itu tak menyasar warga sipil.

"Pada saat ini, kami menilai tidak ada warga sipil yang terluka atau tewas dalam serangan ini."

Dikutip AFP, seorang sumber dari pasukan keamanan Bani Walid mengatakan "pesawat tak dikenal" menargetkan sebuah truk pick up yang tengah melaju empat kilometer dari kota tersebut.

Serangan itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.00 waktu lokal dan langsung menewaskan sang sopir, Walid Hariba, yang disebut sumber itu merupakan mantan pemimpin ISIS di Sirte.

Pada Juni 2015, ISIS menyerbu Sirte, 600 kilometer dari timur Tripoli. Hariba dilaporkan melarikan diri dari kota itu ketika ISIS dipukul mundur dari Sirte pada Desember di tahun yang sama.

Meski Libya dan sekutu berhasil mengusir ISIS dari Sirte, kelompok teroris pimpinan Abu Bakr Al-Baghdadi itu masih tetap aktif meluncurkan propaganda di Libya.

Sementara itu, militer AS aktif melancarkan serangan di negara Afrika Utara itu. Pada 6 Juni lalu, AS melaporkan operasinya di Libya telah menewaskan empat anggota afiliasi ISIS di dekat Bani Walid.

Beberapa hari kemudian, pada 14 Juni, AFRICOM mengatakan satu "teroris" tewas dalam serangan lainnya di sebuah wilayah yang berjarak 80 kilometer dari tenggara Bani Walid. Operasi itu juga menargetkan kelompok Al-Qaidah in the Islamic Maghreb (AQIM).

Maret lalu pasukan AS juga dilaporkan membunuh Musa Abu Dawud, seorang petinggi AQIM, dalam sebuah serangan udara di Libya Selatan. (nat)