Tahun lalu, angin topan kuat membentur Texas, Florida, dan Puerto Riko yang menyebabkan ribuan orang tewas, pemadaman listrik besar-besaran, hingga kehancuran berbagai bangunan yang menyebabkan kerugian ratusan miliar dollar.
Pusat Badai Nasional (NHC) AS memperkirakan badai Gordon juga akan menghantam pantai dekat perbatasan antara Louisiana dan Missisippi. Di beberapa daerah di AS diperkirakan curah hujan akibat badai ini akan sangat tinggi mencapai 200 milimeter per hari. Sebagai perbandingan curah hujan tertinggi yang membuat Jakarta banjir besar pada 2013 mencapai 100 milimeter per hari.
Badai Gordon yang landa Florida, Amerika Serikat (NASA/Handout via REUTERS) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru Bicara Manajemen Darurat Divisi Florida, Alberto Moscoso mengatakan bahwa pada Senin (3/9) sore, badai telah melewati selatan Florida. Tidak ada laporan korban jiwa dan kerusakan bangunan.
Walikota New Orleans, LaToya Cantrell telah mengumumkan keadaan darurat untuk kotanya serta menutup semua kantor pemerintah yang tidak terlalu penting.
Produsen minyak AS, perusahaan Anadarko Petroleum mengevakuasi para pekerja dan menutup produksi pada dua anjungan minyak lepas pantai, dan mengamankan fasilitas perusahaan lain yang beroperasi produksi dan pemurnian di sepanjang Pantai Teluk.
Gulf Coast, Pusat Badai yang berbasis di Miami mengatakan bahwa badai bisa menghasilkan gelombang tinggi hingga 1,2 meter. Sementara gelombang yang lebih kecil akan menerjang pesisir lainnya.
Selain itu, Badan Manajemen Darurat Mississippi memperingatkan akan ada gelombang badai setinggi 1 dan 1,5 meter, sehingga warga Mississippi Selatan dipersiapkan untuk mengungsi. (cin/eks)
Badai Gordon yang landa Florida, Amerika Serikat (NASA/Handout via REUTERS)