Badai Jebi, Jepang Perintahkan 1,19 Juta Warga Evakuasi

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 04/09/2018 20:59 WIB
Badai Jebi, Jepang Perintahkan 1,19 Juta Warga Evakuasi Pemerintah Jepang mengeluarkan perintah evakuasi untuk 1,19 juta warganya menyusul topan Jebi yang tercatat menjadi badai terkuat dalam 25 tahun terakhir. (Twitter/ @R10N_SR/via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Jepang mengeluarkan perintah evakuasi untuk 1,19 juta warganya, Selasa (4/9), menyusul hantaman topan Jebi yang tercatat menjadi badai terkuat di negara tersebut, 25 tahun terakhir.

Evakuasi telah dimulai di berbagai wilayah, termasuk Osaka. Selain lebih dari 1 juta warga tersebut, 16 ribu lainnya diperintahkan untuk mengungsi, walaupun tidak wajib, menurut badan penanggulangan kebakaran dan bencana.

Sementara itu, angin topan diperkirakan akan menuju wilayah utara dan menghantam kota Kobe pada siang hari.
Lebih dari 700 penerbangan telah dibatalkan, termasuk beberapa penerbangan internasional yang berangkat dan mendarat di Nagoya dan Osaka.


Rute transportasi lain, termasuk kapal feri, pelayanan kereta api dan kereta peluru juga dibatalkan.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengimbau warga untuk melakukan evakuasi dini dan memerintahkan jajarannya untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk menghadapi potensi bencana.
Badan cuaca dan klimatologi Jepang memperingatkan masyarakat akan kemungkinan tanah longsor, banjir, angin kencang, gelomban besar, petir dan angin puting beliung di beberapa kota besar seperti Osaka, Kyoto dan Tokyo.

Begitu badai melanda daratan, Abe mengadakan rapat rencana aksi cepat tanggap bencana topan dan membatalkan perjalanan ke wilayah barat Jepang.

"Saya menganjurkan para warga mengambil tindakan untuk menyelamatkan diri, termasuk melakukan persiapan dan evakuasi segera," kata Abe.
Ia juga memerintahkan kabinetnya untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi warga.

Media lokal memperingatkan warga bahwa kecepatan angin yang dibawa topan Jebi cukup kuat untuk meruntuhkan rumah tradisional Jepang dan tiang-tiang listrik. Warga pun diimbau membatalkan perjalanan yang tak bersifat mendesak.

Foto dan video yang disiarkan di televisi menunjukkan gelombang besar menabrak pemecah ombak dan puing-puing beterbangan di udara sekitar wilayah yang pertama dilanda badai.

Sebagai antisipasi, berbagai sekolah, tempat wisata dan usaha juga ditutup. Layanan kereta api dan Universal Studios Jepang di Osaka tutup sepanjang hari ini.
Lebih dari 175 ribu bangunan di wilayah pusat dan barat Jepang tak mendapatkan pasokan listrik, menurut survei mengenai utilitas lokal Bloomberg News.

Sebelumnya, Jepang sempat dilanda topan Cimarron yang memiliki jalur serupa pada Agustus 23.

Topan tersebut menyebabkan jalur transportasi terganggu, meski tak menyebabkan kerusakan dan korban luka.

[Gambas:Video CNN]

Cuaca buruk terus melanda Jepang selama musim panas dan gugur.

Bencana ini juga menyusul gelombang panas yang mencapai suhu tertinggi di wilayah barat dan pusat Jepang dan banjir dahsyat yang menewaskan lebih dari 200 orang.

Hujan lebat menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor pada Juli dan ribuan orang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

Permintaan evakuasi yang tidak bersifat wajib mengakibatkan banyak warga terjebak di rumah dan jumlah korban tewas bertambah. (sab/has)