"Saya sadar seluruh negosiasi, seluruh mediator, dan semua yang sedang terjadi di sana. Terlepas dari mereka (Palestina) berada di Ramallah atau Gaza, negosiasi tidak akan membawa kita kemana-mana," kata Lieberman, Rabu (5/9).
Dia menyebut Israel berhak bertindak secara unilateral demi membendung bentrok antara militernya dan Hamas di Gaza. Hamas merupakan salah satu fraksi besar Palestina. Keduanya sempat bentrok di perbatasan selama beberapa bulan terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, dalam kesempatan tersebut, Lieberman menekankan pentingnya meningkatkan hubungan perdagangan dan perhubungan dari dan menuju Jalur Gaza. Hal itu dilakukan untuk mengurangi ketegangan dan aktivitas militan lainnya di wilayah itu.
"Keamanan dan ketenangan membawa manfaat ekonomi," jelasnya seperti dikutip AFP.
Ketegangan di Jalur Gaza terus memanas selama beberapa bulan terakhir. Ketegangan memburuk ketika ribuan warga Palestina menggelar aksi damai rutin memprotes pendudukan Israel pada akhir Maret lalu.
Setidaknya 169 warga Palestina dilaporkan tewas oleh Israel sejak 30 Maret lalu. Sementara satu tentara Israel tewas ditembak oleh penembak jitu Palestina pada Juli kemarin.
Kekerasan di Gaza tersebut memicu kecaman dari dunia internasional. Sejumlah negara dan organisasi pemerhati hak asasi manusia mendesak PBB membuka penyelidikan terkait dugaan pelanggaran HAM militer Israel di Gaza. (eks)