Utusan Korsel Temui Korut Atur Pertemuan Denuklirisasi

CNNIndonesia, CNN Indonesia | Kamis, 06/09/2018 07:00 WIB
Utusan Korsel Temui Korut Atur Pertemuan Denuklirisasi Rudal balistik Korea Utara (REUTERS/KCNA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Utusan khusus Korea Selatan mengadakan pembicaraan dengan para pejabat di Korea Utara untuk mengatur pertemuan ketiga antara keduanya tahun ini, Rabu (5/9). Pertemuan itu akan membahas solusi atas kebuntuan dalam perundingan denuklirisasi.

Chung Eui-yong menjadi utusan khusus dari Presiden Korea Utara Moon Jae-in. Ia mengatur delegasi lima anggota dan mengatakan bahwa dirinya berencana untuk membahas cara-cara denuklirisasi semenanjung Korea dan mencapai perdamaian abadi.

Juru Bicara Kepresidenan Seoul mengkonfirmasi bahwa sudah ada pembicaraan, namun ia tidak memberikan penjelasan lebih detil.


Namun para pengamat mengatakan bahwa Chung telah menyampaikan surat pribadi dari Moon ke Kim. Mereka beranggapan bahwa surat itu membawa proposal yang ditujukan untuk memecahkan kebuntuan denuklirisasi.

"Utusan itu diyakini membawa proposal yang menyatakan bahwa Kim memberikan komitmen yang kuat untuk menyajikan daftar senjata nuklir yang diminta oleh AS sebagai imbalan untuk deklarasi berakhirnya perang Korea," kata Yang Moo-jin dari Universitas Studi Korea Utara kepada AFP.

Meskipun mengalami kebuntuan dengan Korea Utara, Trump menyampaikan harapannya kepada Moon dalam percakapan telepon, Selasa (4/9). Ia berharap pertemuan antar-Korea berikutnya bisa mencapai keberhasilan.

Pertemuan ini menjadi kelanjutan pembahasan denuklirisasi Korut pasca pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Sebab, pertemuan yang dilaksanakan pada Juni itu, belum mencapai kesepakatan yang jelas.

Mereka mencapai kesepakatan untuk bekerjasama menuju denuklirisasi di semenanjung Korea, tetapi hanya sedikit perkembangan yang terjadi setelah pertemuan itu.

Bulan lalu, Trump membatalkan perjalanan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo ke Korea Utara. Pembatalan dilakukan karena kurangnya kemajuan dalam pertemuan itu sehingga keduanya sulit menemukan titik terang.

Pertemuan ketiga antara para pemimpin Korea di Pyongyang bulan ini, dijadwalkan untuk membobol kebuntuan kesepakatan tersebut.

Pyongyang mengecam permintaan Washington yang dianggap disampaikan dengan kasar. AS meminta Korut untuk melakukan pelucutan senjata lengkap, terverifikasi, dan tak bisa dibatalkan.

Tindakan itu dianggap Pyongyang sebagai kegagalan untuk membalas tindakan "niat baik" Korea Utara, termasuk penyerahan sisa-sisa pasukan AS yang tewas dalam perang Korea 1953.

Ketika Kim dan Moon bertemu pada April lalu untuk KTT pertama mereka, mereka setuju untuk mendorong deklarasi dari Washington untuk mengakhiri Perang Korea sebagai bentuk menggantikan gencatan senjata pada 1953.

Namun para pejabat AS mengatakan Korea Utara harus menyingkirkan senjata nuklirnya sebelum deklarasi bisa terjadi. Pada bulan lalu, Badan Tenaga Atom Internasional melaporkan bahwa tidak ada indikasi Korea Utara telah menghentikan kegiatan nuklirnya. (CIN/eks)