Kapal Perang Inggris Lewati Laut China Selatan, Beijing Geram

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 06/09/2018 20:25 WIB
Kapal Perang Inggris Lewati Laut China Selatan, Beijing Geram Ilustrasi (Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- China geram setelah mengetahui kapal perang Inggris berlayar di Laut China Selatan sekitar akhir bulan lalu. Beijing bahkan mengganggap aksi kapal militer itu sebagai bentuk "provokasi" karena masuk wilayahnya tanpa izin.

Melalui pernyataan, Kementerian Luar Negeri China, mengirim protes kepada Inggris bahwa HMS Albion telah memasuki perairan China di sekitar Kepulauan Paracel pada 31 Agustus tanpa izin.

Kepulauan itu terletak di wilayah Laut China Selatan yang diklaim sepihak oleh Beijing. Padahal lokasi kepulauan itu saat ini masih menjadi sengketa antara China, Taiwan, dan Vietnam. China sendiri mengklaim 90 persen wilayah Laut China Selatan sebagai wilayahnya.


"Tindakan relevan kapal perang Inggris melanggar hukum internasional dan kedaulatan China. China sangat menentang ini dan telah mengajukan pernyataan keras terhadap Inggris untuk mengungkapkan ketidakpuasan yang kuat," bunyi pernyataan Kemlu China tersebut seperti dikutip Reuters, Kamis (6/9).

"China sangat mendesak Inggris segera menghentikan provokasi tersebut untuk menghindari rusaknya hubungan bilateral, perdamaian, dan stabilitas regional yang lebih luas lagi."

China dikabarkan mengerahkan kapal fregat (salah satu jenis kapal perang) dan dua helikopter militer untuk mencegat kapal perang Inggris tersebut. Meski begitu, kedua pihak disebut berada dalam posisi tenang selama pertemuan itu.

Seorang sumber yang mengetahui insiden ini menyebut Albion, kapal perang amfibi seberat 22 ribu ton itu terlihat berlayar di dekat Kepulauan Paracel dalam beberapa hari terakhir.

Sumber itu mengatakan Albion tengah berada dalam perjalanan menuju Ho Chi Minh dan saat ini telah berlabuh di salah satu kota di Vietnam itu.

Sementara itu, juru bicara Angkatan Laut Inggris mengatakan "HMS Albion hanya menjalankan haknya" berlayar di perairan itu sebagai bentuk kebebasan bernavigasi.

Angkatan Laut Inggris menekankan pelayaran Albion di Laut China Selatan sesuai dengan hukum dan norma internasional.

Pelayaran ini bukan yang pertama dilakukan Inggris di Laut China Selatan. Sumber diplomatik di kawasan mengatakan kapal perang Inggris juga sudah pernah berlayar di dekat Kepulauan Spartly, selatan Laut China Selatan, beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir.
(Reuters/eks)