Turki Serukan Gencatan Senjata di Idlib Suriah

Eka Santhika, CNN Indonesia | Rabu, 12/09/2018 02:55 WIB
Turki Serukan Gencatan Senjata di Idlib Suriah Ilustrasi (AFP PHOTO / Nazeer AL-KHATIB)
Jakarta, CNN Indonesia -- Turki meminta dukungan internasional untuk melakukan gencatan senjata di Idlib, Suriah, pada Selasa (11/9). Sebab, menurutnya serangan besar-besaran di provinsi yang dikuasai pemberontak Suriah itu akan memicu gelombang besar pengungsi dan dapat mengancam Eropa.


"Tak diragukan lagi bahwa operasi militer besar-besaran akan menyebabkan bencana kemanusiaan hebat," kata Duta Besar Turki Feridun Sinirlioglu pada pertemuan dewan itu.

Serangan udara dan pengeboman disebut, "akan memicu gelombang pengungsi besar-besaran dan menimbulkan resiko keamanan yang gawat bagi Turki, Eropa, dan sekitarnya."


Rusia menyerukan pertemuan dewan singkat untuk melakukan membahas anggota pertemuan puncak soal Idlib yang akan diadakan dengan Iran dan Turki. Pertemuan ketiganya dilakukan untuk menentukan langkah militer yang akan diambil untuk merebut Idlib. Ini adalah wilayah pertahanan terakhir kelompok pemberontak di Suriah.

Meski Turki menyerukan untuk melakukan gencatan senjata dan mengimbau masyarakat internasional mendukungnya, Iran dan Rusia menolak hal itu. Penolakan terhadap gencatan senjata ini dilakukan pada KTT di Teheran, Jumat (7/9). Inggris dan Perancis mendukung seruan untuk melakukan gencatan senjata.

Duta Besar AS Nikki Haley menyebut bahwa Idlib telah digempur lebih dari 100 serangan udara. Serangan ini dilakukkan oleh pasukan Suriah, yang didukung oleh Rusia dan Iran. Satu-satunya tujuan mereka adalah, "penaklukan berdarah militer terhadap Idlib," tuturnya. (eks/eks)