Dalam konferensi pers di New York, Trump menyebut bahwa ia telah memberi perintah agar serangan itu jangan sampai terjadi kepada Menteri Luar Negeri dan Penasihat Keamanan Nasional, dan "(serangan) Itu berhenti," tuturnya.
"Tidak ada yang mau mengakui (peran) saya, tapi tak apa. Tak apa-apa karena orang-orang mengetahui. Jutaan orang telah diselamatkan," jelas Trump.
Lihat juga:AS Batal Tarik Pasukan dari Suriah |
Iran, Rusia, dan Suriah, menurut Trump tidak layak mendapat pujian, "karena tidak melakukannya". Ia juga menyebut bahwa Turki yang mendukung beberapa kelompok bersenjata di Suriah juga telah, "sangat membantu."
Trump mengakui bahwa pihaknya masih memiliki target militer tertentu di Suriah. Tapi pihaknya tidak akan melakukan operasi militer skala besar.
Lihat juga:Trump Kecam Iran dalam Sidang PBB |
Kesepakatan Rusia dan Turki ini dilakukan setelah muncul peringatan internasional, termasuk AS, terkait rencana gempuran ke Idlib. Seruan itu menyebut bahwa serangan militer akan memicu pertumpahan darah di provinsi dengan 3 juta penduduk itu.
Perang Suriah saat ini telah masuk ke tahun ke delapan dan telah menewaskan lebih dari 360ribu orang dan menelantarkan jutaan orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT