PBB, Uni Eropa Siap Bantu Indonesia Soal Gempa Palu Donggala

Tim , CNN Indonesia | Senin, 01/10/2018 10:06 WIB
PBB, Uni Eropa Siap Bantu Indonesia Soal Gempa Palu Donggala Ilustrasi (ANTARA FOTO/Aditya E.S.Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PBB dan Uni Eropa menyatakan kesiapan untuk membantu pemerintah Indonesia untuk menangani proses pemulihan pascabencana bagi korban gempa Palu-Donggala. Baik untuk proses evakuasi maupun untuk penyaluran bantuan. 

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengungkapkan belasungkawa terhadap pemerintah dan masyarakat Indonesia, terutama bagi korban terdampak gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9).

Hingga hari ini, gempa berkekuatan 7,4 skala richter itu tercatat telah menewaskan 832 orang dan melukai ribuan lainnya.


Melalui pernyataan, Guterres juga menuturkan PBB siap membantu Indonesia menangani proses evakuasi dan penyaluran bantuan ke pusat gempa.

"Sekretaris Jenderal sangat terpukul dengan kerusakan dan korban jiwa akibat gempa bumi pada hari Jumat di Sulawesi Tengah. Sekretaris Jenderal menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan pemerintah Indonesia," ujar juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, melalui pernyataan, Sabtu (29/9).

"PBB siap membantu pemerintah Indonesia dalam proses penyelamatan dan penyaluran bantuan korban gempa."

Senada dengan PBB, Uni Eropa juga berjanji siap memberikan "bantuan penuh" jika diperlukan pemerintah Indonesia dalam menangani situasi pasca-bencana.

Melalui pernyataan, Perwakilan Tinggi Uni Eropa Federica Mogherini bersama Komisioner UE untuk Manajemen Krisis dan Bantuan Kemanusiaan Christos Stylianides mengungkapkan keprihatinan terhadap gempa bumi terburuk setelah gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada akhir Juli dan awal Agustus lalu.

Uni Eropa telah mengaktifkan satelis darurat Copernicus guna membantu otoritas Indonesia. Satelit tersebut mampu menyuguhkan data dan analis terkait geografis suatu wilayah seperti daratan, air, dan udara.

"Ratusan orang kehilangan nyawa akibat bencana alam terbaru yang menimpa Indonesia. Pikiran dan doa kami bersama seluruh korban dan juga tim darurat yang telah bekerja keras menolong warga saat bencana pertama menyerang," ucap Mogherini dan Stylianides.

"Uni Eropa siap membantu warga dan pemerinta Indonesia dalam situasi sulit ini dan kami telah menyampaikan dukungan penuh kami. Uni Eropa telah mengaktifkan satelit pemetaan darurat Copernicus untuk membantu otoritas Indonesia. Kami terus memonitor situasi dan siap menyalurkan bantuan lainnya."

Lewat cuitannya,Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong menyatakan bahwa ia telah menerima instruksi Presiden Joko Widodo untuk menerima bantuan internasional terkait pemulihan bencana. Thomas sendiri ditunjuk untuk menangani penerimaan bantuan dari sektor swasta. 

(rds/eks)