Satu Warga Korsel di Lokasi Gempa Sulteng Tak Bisa Dihubungi

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 29/09/2018 15:09 WIB
Satu Warga Korsel di Lokasi Gempa Sulteng Tak Bisa Dihubungi Ilustrasi dampak gempa di Palu. (AFP PHOTO/OLA GONDRONK)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia tengah mencoba mencari jejak salah satu warganya yang sedang berada di Palu ketika gempa dan tsunami menerjang Sulwaesi Tengah pada Jumat (28/9).

Seorang kerabat warga Korsel tersebut mengatakan kepada Yonhap bahwa pria dengan nama keluarga Lee itu datang ke Palu pada Senin lalu bersama enam warga Indonesia untuk menghadiri acara paragliding.

"Kami bicara dengan Lee lewat telepon pukul 16.50 pada Jumat, tapi sejak saat itu dia tidak bisa dihubungi. Orang Indonesia yang pergi bersama dia juga tak bisa dikontak," ujar sumber anonim tersebut, Sabtu (29/9).
Akses komunikasi di lokasi yang terkena dampak gempa dan tsunami memang masih sulit karena kehancuran infrastruktur.


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melaporkan bahwa puluhan hingga ratusan orang belum dievakuasi dari reruntuhan gedung yang ambruk akibat gempa.

Di Palu juga tengah digelar Festival Pesona Palu Nomoni. Puluhan hingga seratusan orang pengisi acara belum diketahui nasibnya.
Hingga saat ini, setidaknya 384 orang dilaporkan tewas di Palu akibat gempa dan tsunami ini.

Angka tersebut diduga kuat masih akan terus bertambah karena banyak orang belum dievakuasi dari dalam reruntuhan.

Jumlah itu juga belum termasuk korban dari gempa di Donggala karena sampai sekarang daerah tersebut masih sulit dijangkau. (has/has)