China Gandeng AS untuk Eksplorasi Bulan

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 02/10/2018 23:41 WIB
China Gandeng AS untuk Eksplorasi Bulan Ilustrasi peluncuran roket (Tasnim News Agency/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- China sedang membuat program ambisius untuk melakukan eksplorasi bulan. Tak cuma berencana untuk melakukan eksplorasi di kutub bulan pada 2030, tapi mereka juga akan mengirimkan misi manusia ke bulan dan mendirikan pangkalan di sana. Mereka berencana untuk mengirimkan taikonauts (istilah astronot di China) dalam misi ke bulan.

Hal ini diungkap Li Guoping, direktur Biro Administrasi Ruang Angkasa Nasional China (CNSA), saat menghadiri Konferensi Dunia mengenai Literasi Sains 2018 di Beijing, seperti diberitakan China Daily.

LiGuoping, direktur Biro Administrasi Ruang Angkasa Nasional China (CNSA), mengatakan bahwa China sedang merencanakan empat misi untuk eksplorasi bulan. Menurut Li misi pertama ke bulan ini akan diluncurkan sebelum akhir tahun.
Mereka akan mengirim misi eksplorasi Chang'e-4 untuk mengamati sisi bulan. Jika berhasil, maka Chang'e-4 akan menjadi pendaratan pertama di sisi bulan pertama di dunia.


Dilansir dari Sputnik News, CNSA meletakkan sesuatu dalam misi Chang'e-4 ketika meluncurkan satelit Quequiao ke titik L-2 Lagrangian. Satelit itu akan berfungsi sebagai relay komunikasi yang mendukung misi eksplorasi China ke bulan.

Pada 2017 lalu, roket Chang'e-5 mengalami kegagalann mesin untuk berangkat menjalankan misi nya ke bulan, sehingga digantikan oleh Chang'e-4.

Pada 2019 mendatang, Chang'e-5 akan dikembangkan agar bisa melanjutkan misinya ke bulan dan kembali ke bumi.



Sputnik news melaporkan bahwa pada April lau, China mengembangkan ide-ide inovatif untuk misi ke bulan. Mereka mencari ide-ide baru untuk melakukan desain pendaratan di permukaan bulan serta kendaraan untuk melakukan pendakian saat di bulan.

Zhou Jianping, peneliti yang merancang program pesawat luar angkasa China mengatakan bahwa eksplorasi bulan merupakan bagian paling penting dari program pesawat luar angkasa ini.

"Publik dipersilahkan untuk memberikan ide mereka untuk melakukan pengembangan program luar angkasa Tiongkok," kata dia.

Koordinasi dengan AS

Dalam diskusi panel di Jerman, Administrator CNSA, Zhang Kejian dan Jim Bridenstine dari NASA mengindikasikan bahwa keduanya tertarik melakukan kerja sama bilateral meskipun adanya persaingan yang meningkat antara AS dan China.

"CNSA bersedia untuk bergabung dengan mitra Internasional kami untuk kepentingnya peradaban dan kemajuan manusia," kata dia.

"Saya memiliki diskusi yang sangat bagus dengan NASA untuk kerja sama bilateral di daerah ini. Saya pikir responnya positif," kata dia menambahkan.

Jim Bridenstine juga mengatakan bahwa China dan AS bekerja sama dalam banyak hal meskipun bukan berarti kepentingan mereka selalu sejalan.

"Sejauh ini negara-negara dan agensi dari seluruh dunia dapat bekerja sama di luar angkasa, hal ini benar-benar merupakan minat kami untuk melakukannya," kata dia.

"Saya menantikan untuk mengeksplorasi lebih banyak kesempatan melakukan itu," kata dia menambahkan.

Dilansir dari Sputnik News, Zhang mengatakan bahwa dirinya percaya bahwa kerja sama kedua belah pihak dapat memulai daftar kerja sama. Mereka dapat menghentikan penelitian yang mereka tidak dapat laksanakan sekarang, atau mereka dapat bekerja sama pada bagian substansial.

Bridenstine juga setuju untuk melakukan beberapa eksperimen ilmiah.

"Kami dapat berbagi data dan berkolaborasi dengan cara itu sehingga setiap negara dapat belajar lebih banyak mengenai sains," kata dia. (cin/eks)