Putin Sebut Mantan Agen Ganda Skripal Seorang Pengkhianat

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 05/10/2018 02:40 WIB
Putin Sebut Mantan Agen Ganda Skripal Seorang Pengkhianat Vladimir Putin menyebut mantan agen ganda yang diracun di Inggris, Sergei Skripal, sebagai pengkhianat dan bajingan karena bekerja sama dengan intelijen asing. (Mikhail Metzel/TASS Host Photo Agency/Pool via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyebut mantan agen ganda yang diracun di Inggris, Sergei Skripal, sebagai pengkhianat dan bajingan karena bekerja sama dengan intelijen asing.

"Dia hanya bajingan. Dia hanya seorang mata-mata dan pengkhianat tanah air," kata Putin dengan nada marah dalam pidatonya di sebuah forum di Moskow.

Namun, Putin membantah keterlibatan Rusia dalam kasus peracunan Skripal di Salisbury, sebagaimana dituduhkan oleh pemerintah Inggris.


"Dia ditangkap, dihukum, dan menghabiskan lima tahun di penjara. Kami membiarkan dia pergi, kemudian dia bekerja sama dengan memberikan konsultasi untuk sistem keamanan di sana," katanya.
Dirinya juga membantah tuduhan Inggris bahwa dua anggota dinas intelijen militer Rusia berusaha meracuni Skripal dan putrinya, Yuli dengan Novhichok pada Maret lalu.

"Seperti yang kita tahu, memata-matai itu sama seperti prostitusi yang merupakan salah satu profesi paling penting di dunia. Tidak ada yang harus meracuni siapapun di sana," kata Putin disambut tepuk tangan penonton.

"Kadang-kadang saya melihat apa yang terjadi di kasus ini dan saya sangat kagum. Semakin cepat skandal racun Skripal berakhir, akan semakin baik."

Otoritas Inggris menuduh Putin bertanggung jawab atas serangan racun itu. Tuduhan itu langsung disanggah oleh Kremlin.
Putin mengatakan bahwa Inggris harus mencari saluran yang tepat untuk bekerja sama dengan Rusia. Dalam kasus ini, Rusia berharap Inggris mengirimkan informasi sehingga Moskow dapat melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Pada 2006, Skripal yang merupakan mantan kolonel intelijen militer Rusia, dinyatakan bersalah karena memberikan rahasia negara kepada Inggris dan dijatuhi hukuman selama 13 tahun penjara.

Ia diampuni oleh Rusia dan dibebastugaskan sebagai bagian pertukaran mata-mata dengan Barat pada 2010.

Belum ada bukti

Pada bulan lalu, Putin menyerukan agar dua warga sipil, Ruslan Boshirov dan Alexander Petrov, yang dicurigai oleh Inggris berusaha membunuh Skripal agar muncul di televisi.

Dalam wawancara di stasiun televisi, kedua pria ini mengatakan bahwa mereka hanya turis yang sedang pergi ke Salisbury.

Bellingcat, situs investigasi yang berbasis di Inggris, pekan lalu menerbitkan gambar seorang kolonel intelijen militer Rusia, Anatoly Chepiga, yang diasumsikan merupakan salah satu dari dua tersangka itu.

[Gambas:Video CNN]

Laporan itu diproduksi bersama wartawan investigasi Rusia. Salah satu dari wartawan itu keluar dari Inggris karena takut dituntut setelah menerbitkan foto paspor lama Chepiga yang menyerupai salah satu tersangka, Ruslan Boshirov.

Moskow membantah laporan itu dan mengatakan tidak ada bukti karena kemiripan fisik tidak ada artinya sama sekali. Kremlin juga mengatakan bahwa tidak akan lagi membicarakan masalah itu dengan wartawan.

Pada minggu ini, beberapa media menerbitkan foto baru Anatoly Chepiga saat kelulusan sekolah militernya di Timur Jauh. Dalam foto itu, Chepiga terlihat sangat mirip dengan Boshirov. (cin/has)