Brexit, Inggris Akan Hentikan Akses Khusus Pekerja Uni Eropa

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 02/10/2018 08:08 WIB
Brexit, Inggris Akan Hentikan Akses Khusus Pekerja Uni Eropa (REUTERS/Neil Hall
Jakarta, CNN Indonesia -- Inggris akan menghentikan akses khusus terhadap pekerja Uni Eropa setelah pelaksanaan Brexit resmi dilaksanakan enam bulan mendatang. Hal ini diumumkan oleh Perdana Menteri Inggris Theresa May, Selasa (2/10). Lebih lanjut, May menjelaskan bahwa negaranya memilih untuk menerima imigran dengan keterampilan tinggi dari manapun asalnya.

Dalam pengumuman di konferensi partai Konservatif, May menyebut bahwa ia akan mengumumkan rencana sistem tunggal untuk Uni Eropa dan negara non Uni Eropa tahun ini. Sistem itu rencananya akan dipersiapkan jelang terbitnya RUU terkait pada 2019.

Imigrasi adalah isu utaram dalam kampanye Brexit di 2016 yang membawa Inggris keluar dari Uni Eropa.


May menyebut bahwa perpindahan warga Uni Eropa ke negaranya akan berakhir dengan adanya Brexit. "Sejak berdekade lalu, untuk pertama kalinya kami bisa mengendalikan dan memilih siapa yang kami inginkan untuk masuk."

"Sistem (imigrasi) ini akan berbasis kemampuan dimana kemampuan pekerja itulah yang penting, bukan dari mana mereka berasal," jelasnya dalam pernyataan.

"Sistem ini akan berlaku di berbagai belahan dunia dan menarik orang-orang dengan keterampilan yang kami butuhkan."

"Sistem berbasis keterampilan yang baru akan memastikan imigrasi berketerampilan rendah diturunkan, menempatkan Inggris untuk mengurangi imigran ke tingkat yang berkelanjutan."

"Di saat bersamaan kami melatih pekerja Inggris untuk pekerjaan dengan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan."

Pengumuman ini berdasarkan laporan bulan lalu yang merekomendasikan agar dibuka kesetaraan bagi orang asing dan dilakukan pembatasan bagi pekerja dengan keterampilan rendah.

May mengatakan mereka yang ingin tinggal dan bekerja di Inggris untuk jangka panjang perlu mendapatkan gaji minimum. Mereka juga bisa membawa keluarga jika disponsori oleh perusahaan.

Namun, ia mengakui bahwa kebijakan imigrasi ini masih dapat berubah sesuai dengan kesepakatan perdagangan Inggris mendatang.

Saat ini Uni Eropa tengah berusaha bernegosiasi untuk tetap mendapat perlakuan khusus sebagai imbal balik atas akses yang diberikan ke Inggris pada pasar tunggal mereka. Sementara negara-negara lain juga dapat meminta keringanan visa sebagai bagian dari perjanjian perdagangan mereka.

"Kemampuan orang-orang dari mitra dagang untuk memberikan layanan dan program pertukaran mahasiswa akan menjadi bagian dari perjanjian perdagangan di masa depan," kata perdana menteri.

Pemerintah telah berjanji untuk melindungi hak lebih dari tiga juta warga Uni Eropa yang saat ini tinggal di Inggris setelah Brexit. (eks/eks)