Hal ini diungkap pejabat AS untuk urusan perdamaian Timur Tengah, Jason Greenblatt. Menurutnya, cetak biru solusi perdamaian tersebut mencerminkan komitmen Washington terhadap Tel Aviv, sekutu terdekat Negeri Paman Sam di kawasan.
Meski begitu, Greenblatt memastikan bahwa AS tetap memperhatikan "kekhawatiran" Palestina dalam rencana perdamaian itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap pihak akan menemukan hal-hal yang tidak mereka sukai dalam rencana perdamaian ini."
Greenblatt mengatakan rencana perdamaian "akan mencakup resolusi untuk semua isu inti" termasuk masalah pengungsi Palestina.
Greenblatt juga memastikan proposal perdamaian itu tidak mengusulkan Palestina bergabung dengan Yordania menjadi sebuah negara konfederasi dalam solusinya.
Solusi AS terhadap konflik Israel-Palestina adalah dengan membagi daerah itu menjadi milik dua negara (REUTERS/Mohamad Torokman) |
"Kami tidak menjadikan konfederasi sebagai model (resolusi)," papar Greenblatt.
Trump berjanji menyajikan rencana perdamaian "yang sangat adil" bagi Palestina dan Israel dalam beberapa bulan ke depan.
Janji itu diutarakannya saat bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di sela sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, akhir bulan lalu.
"Saya yakin sesuatu akan terjadi. Ini adalah mimpi saya untuk bisa menyelesaikan (konflik) sebelum periode pertama saya selesai," kata Trump.
Dalam kesempatan itu, Trump juga mengatakan secara eksplisit untuk pertama kalinya bahwa dia mendukung solusi dua negara dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina.
Solusi dua negara memungkinkan Palestina dan Israel berdiri sebagai dua negara dengan wilayah masing-masing yang berdaulat. Selama ini, resolusi itu dianggap menjadi yang paling relevan dan didukung oleh komunitas internasional.
Di sisi lain, Trump telah memutuskan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Desember 2017 lalu.
Padahal, kota suci tiga agama itu selama ini menjadi sumber konflik Israel-Palestina, di mana kedua negara sama-sama mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota masa depan mereka. (rds/eks)
Solusi AS terhadap konflik Israel-Palestina adalah dengan membagi daerah itu menjadi milik dua negara (REUTERS/Mohamad Torokman)