Solusi Damai Palestina, AS Fokus pada Keamanan Israel

Tim , CNN Indonesia | Selasa, 09/10/2018 18:05 WIB
Solusi Damai Palestina, AS Fokus pada Keamanan Israel Gedung Putih (REUTERS/Carlos Barria))
Jakarta, CNN Indonesia -- Pejabat Amerika Serikat menyebut bahwa dokumen resolusi perdamaian Israel-Palestina yang digagas Presiden Donald Trump akan "sangat berfokus" pada keamanan Israel.

Hal ini diungkap pejabat AS untuk urusan perdamaian Timur Tengah, Jason Greenblatt. Menurutnya, cetak biru solusi perdamaian tersebut mencerminkan komitmen Washington terhadap Tel Aviv, sekutu terdekat Negeri Paman Sam di kawasan.

Meski begitu, Greenblatt memastikan bahwa AS tetap memperhatikan "kekhawatiran" Palestina dalam rencana perdamaian itu.


"Tetapi kami juga ingin bersikap adil terhadap Palestina. Kami telah berusaha keras memberlakukan keseimbangan yang baik," kata Grenblatt dalam wawancaranya bersama Times of Israel seperti dikutip AFP, Selasa (9/10).

"Setiap pihak akan menemukan hal-hal yang tidak mereka sukai dalam rencana perdamaian ini."

Greenblatt mengatakan rencana perdamaian "akan mencakup resolusi untuk semua isu inti" termasuk masalah pengungsi Palestina.

Greenblatt juga memastikan proposal perdamaian itu tidak mengusulkan Palestina bergabung dengan Yordania menjadi sebuah negara konfederasi dalam solusinya.

Solusi Damai Palestina, AS Fokus pada Keamanan IsraelSolusi AS terhadap konflik Israel-Palestina adalah dengan membagi daerah itu menjadi milik dua negara (REUTERS/Mohamad Torokman)
Tawaran itu disebut disampaikan saat Greenblatt dan penasihat senior Gedung Putih sekaligus menantu Trump, Jared Kushner, bertemu dengan Presiden Mahmoud Abbas di Ramallah beberapa waktu lalu.

"Kami tidak menjadikan konfederasi sebagai model (resolusi)," papar Greenblatt.

Trump berjanji menyajikan rencana perdamaian "yang sangat adil" bagi Palestina dan Israel dalam beberapa bulan ke depan.

Janji itu diutarakannya saat bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di sela sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, akhir bulan lalu.

Dihadapan Netanyahu, Trump mengatakan membawa perdamaian bagi Israel-Palestina adalah "impiannya." Ia juga menyebut bahwa konflik yang telah berlangsung sejak puluhan tahun itu tak dapat diselesaikan oleh beberapa pendahulunya.

"Saya yakin sesuatu akan terjadi. Ini adalah mimpi saya untuk bisa menyelesaikan (konflik) sebelum periode pertama saya selesai," kata Trump.

Dalam kesempatan itu, Trump juga mengatakan secara eksplisit untuk pertama kalinya bahwa dia mendukung solusi dua negara dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina.

Solusi dua negara memungkinkan Palestina dan Israel berdiri sebagai dua negara dengan wilayah masing-masing yang berdaulat. Selama ini, resolusi itu dianggap menjadi yang paling relevan dan didukung oleh komunitas internasional.

Meski begitu, Palestina tak terkesan sama sekali dengan janji Trump tersebut. Palestina menganggap jika Trump benar-benar mendukung solusi dua negara, AS harus bisa menjamin pengembalian wilayah Palestina sebelum dicaplok Israel dalam Perang Enam Hari pada 1967 lalu, termasuk wilayah Yerusalem timur.

Di sisi lain, Trump telah memutuskan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Desember 2017 lalu.

Padahal, kota suci tiga agama itu selama ini menjadi sumber konflik Israel-Palestina, di mana kedua negara sama-sama mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota masa depan mereka. (rds/eks)