Istri Mantan Presiden Interpol yang Hilang Diancam

Tim , CNN Indonesia | Rabu, 10/10/2018 10:25 WIB
Istri Mantan Presiden Interpol yang Hilang Diancam Meng Hongwei, mantan Kepala Interpol yang menghilang tiba-tiba (AFP PHOTO / ROSLAN RAHMAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Istri mantan Presiden Interpol Meng Hongwei, Grace Meng, mengaku menerima sejumlah telepon berisikan ancaman tak lama setelah suaminya menghilang dalam perjalanan dari Lyon, Perancis, ke China.

Kepada CNN, Grace mengaku seseorang tidak dikenal meneleponnya dan mengatakan bahwa "dua tim" tengah memburunya.

Grace mengaku takut akan keamanan dirinya dan dua anaknya setelah mengetahui bahwa sang suami ditahan oleh otoritas China, tak lama setelah mendarat di kampung halamannya itu pada pekan lalu.


Meng ditahan otoritas China untuk diselidiki atas dugaan kasus suap. Meski begitu, hingga kini China tak menjelaskan secara detail kasus yang menjerat Meng.

Menteri Keamanan China, Zhao Kezhi, mengatakan Meng "bersikeras mengambil jalan yang salah dan hanya dia yang bersalah."

Grace mengatakan hingga kini dia belum menceritakan hal yang sebenarnya terjadi kepada dua anaknya yang berusia 7 tahun. Dia berusaha menjauhkan anak-anak dari televisi dan pemberitaan.

"Mungkin mereka (anak-anak) sebenarnya merasakan sesuatu yang terjadi ketika saya menangis," kata Grace, Selasa (9/10).

"Saya tak ingin melukai perasaan mereka. Saya sangat-kalian tahu, hati dan emosi saya sangat[...] mereka (otoritas China) kerap melakukan hal-hal terselubung."

Di bawah kekuasaan Presiden Xi Jinping sejak 2012 lalu, otoritas China telah menahan lebih dari 1 juta pejabat negara yang terlibat korupsi. Tak sedikit dari mereka menghilang secara misterius tak lama setelah diperiksa otoritas China.

Sejumlah pengkritik menilai kampanye anti-korupsi hanya "kedok" dan alat Xi untuk memberangus semua musuh politik yang menentangnya demi mengamankan jabatan.

Grace berkeras bahwa suaminya tidak bersalah. Perempuan itu mengkritik China yang sama sekali tidak transparan.

Dia khawatir dia tak bisa bertemu dengan suaminya lagi pascapenangkapan ini.

"Saya sangat rindu suami saya. Saya kerap bangun di tengah malam dan memikirkannya," kata Grace.

Dalam wawancara tersebut, ponsel Grace sempat berdering tiga kali. Dia mengatakan konsulat China terus menghubunginya tanpa henti memintanya untuk menemui mereka.

Namun, Grace mengaku menolak permintaan itu dengan mengatakan bahwa dia hanya ingin bertemu pihak konsulat China didampingi pengacara dan media.

Hingga kini, konsulat China di Paris belum memberi tanggapan terkait hal tersebut.

Insiden penangakapan Meng bermula saat pria 64 tahun itu dinyatakan hilang oleh sang istri saat hendak bertolak ke China pada Jumat pekan lalu.

Kementrian Perancis mengatakan bahwa keluarga Meng tidak mendengar kabar darinya sejak 25 September.

Pada Minggu (7/10), Interpol yang berbasis di Perancis mengatakan bahwa Meng telah mengundurkan diri dari jabatannya di Interpol sebagai Kepala Organisasi Penegakan Hukum Global.

Awal pekan ini, China baru buka suara terkait penangkapan Meng. Beijing menyatakan Meng tengah diperiksa atas dugaan kasus suap. (rds/eks)