"Penjualan senjata akan menjadi kekhawatiran besar jika ada tanggung jawab seperti ini," kata Senator Cory Gardner sambil menambahkan mengenai adanya bukti potensial yang menunjukkan peran Saudi dalam pembunuhan.
Gardner mengatakan bahwa pemerintahan Trump telah meninggalkan para senator mengenai intelijen yang mengarah ke Arab Saudi dan menuntut para pejabat memberikan laporan lebih lengkap tentang keamanan Khashoggi sebelum dia menghilang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertanyaan yang mendesak adalah apa saja yang ada. Jawabannya sangat diperlukan, agar kami bisa bertindak berdasarkan informasi yang kami miliki, apa yang kami lakukan dengannya," kata dia menambahkan.
Ketua Komite Hubungan Luar Negeri di Senat AS, Bob Corker mengatakan dia tidak melihat bukti pasti siapa yang telah membunuh Khashoggi.
"Tetapi, semua yang saya lihat menunjukkan kepada orang-orang Saudi. Kami tidak memiliki bukti yang menunjuk kemanapun kecuali mereka," kata dia.
Pada Rabu (10/10), para anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat menulis surat kepada Trump dan memintanya untuk menjatuhkan sanksi terhadap siapapun yang bertanggung jawab atas hilangnya Khashoggi.
Pada Selasa (9/10), Kushner dan penasihat keamanan nasional, John Bolton memanggil putra mahkota Saudi, Mohammed bin Salman dan mendorongnya untuk bersikap transparan mengenai apa yang Riyadh ketahui tentang Khashoggi.
Pejabat AS juga meminta untuk menjatuhkan sanksi dengan menghentikan penjualan senjata ke Riyadh, Arab Saudi.
"Saya pikir mereka melompat ke kesimpulan," kata Nauert.
"Ini sepenuhnya merupakan situasi hipotesis pada titik ini. Kami tidak tahu apa yang terjadi. Kami tidak memiliki fakta tentang kasus ini," kata dia menambahkan.
Namun Trump menepis kemungkinan penjatuhan sanksi dengan menghentikan perdangangan senjata.
"Mereka menghabiskan US$110 miliar (Rp 1,6 quadriliun) untuk membeli peralatan militer dan lainnya," katanya tentang Saudi.
Sebelumnya, para pejabat Saudi membantah keterlibatan mereka dalam hilangnya Khashoggi. Saudi mengatakan bahwa Khashoggi meninggalkan konsulat tak lama setelah masuk.
Pada Kamis (11/10), Turki menyetujui permintaan Arab Saudi untuk membentuk komite gabungan untuk menyelidiki kasus ini, demikian dilaporkan The Washington Post. (cin/eks)