Israel dan Suriah Sepakat Membuka Kembali Persimpangan Golan

REUTERS, CNN Indonesia | Sabtu, 13/10/2018 08:48 WIB
Israel dan Suriah Sepakat Membuka Kembali Persimpangan Golan Pemandangan kawasan Mesraba di Damaskus, Suriah, yang dibombardir konflik pada Februari 2018. (AFP PHOTO / Hamza Al-Ajweh)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak Israel, Suriah dan PBB sepakat untuk membuka kembali persimpangan Quneitra di Dataran Tinggi Golan mulai Senin (15/10), seperti yang dikatakan oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, pada Jumat (12/10).

Seperti yang dikutip dari Reuters, dalam pernyataannya Haley mengatakan kalau pembukaan kembali kembali persimpangan Quneitra "akan memudahkan tim bantuan kemanusiaan PBB dalam melaksanakan tugasnya di kawasan sekitar Dataran Tinggi Golan."

Tim PBB yang menangani konflik Israel-Suriah, UNDOF, telah memantau zona demiliterisasi ini sejak 1974.


Namun "kedamaian" di sana pecah saat Suriah mengalami perang sipil.

Israel menguasai Dataran Tinggi Golan dalam Perang Timur Tengah pada 1967. Mereka juga sempat mengalami konflik dengan Suriah saat memperebutkan kawasan strategis itu pada 1973.

Persimpangan Quneitra berada tepat di tepi perbatasan Dataran Tinggi Golan dan Suriah.

"Kami berharap Israel dan Suriah dapat memberikan tim bantuan kemanusiaan PBB untuk melaksanakan tugasnya dalam keselamatan yang terjamin. Kami juga meminta Suriah untuk mempersilakan tim UNDOF melakukan tugasnya tanpa tekanan," kata Haley.

Militer Rusia, yang merupakan sekutu President Suriah Bashar al-Assad, selama ini melakukan patroli di persimpangan Quneitra yang berada dalam area Suriah.

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman telah mengunjungi persimpangan Quneitra dalam area Israel pada 27 September 2018.

Dalam kunjungannya ia mengatakan kalau di masa lalu persimpangan itu menjadi jalur perdagangan apel dari Dataran Tinggi Golan ke Suriah sampai jalur perlintasan penduduk antar wilayah untuk saling mengunjungi kerabatnya.

(ard)