Menteri Luar Negeri Palestina Riad Al Malki menganggap negara Arab seperti Arab Saudi dan sejumlah negara Timur Tengah lain sangat lemah sehingga tak mampu membantu menyelesaikan konflik antara negaranya dengan Israel.
"Kami melihat negara Arab sangat lemah, terpecah, dan hanya memikirkan masalah internal mereka seperti masalah di Suriah, Iraq, dan Yaman," kata Riad saat mengisi kuliah umum di Sekolah Kajian Strategis dan Global Universitas Indonesia, Jakarta, Senin (15/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan itu diutarakan Riad menyusul konflik Palestina dan Israel yang belakangan kembali memanas, terutama setelah Amerika Serikat memutuskan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Desember 2017 lalu.
Padahal, Yerusalem merupakan salah satu sumber konflik Palestina-Israel selama ini, di mana kedua negara sama-sama mengklaim kota suci tiga agama itu sebagai ibu kota masa depan mereka.
Lihat juga:AS Akui Yerusalem Ibu Kota Israel |
Dengan keputusan kontroversial Presiden Donald Trump akhir tahun lalu, Riad menyatakan bahwa AS sudah tidak layak sama sekali untuk menjadi penengah dalam proses perdamaian Israel-Palestina.
"Kami selalu menganggap AS mendukung dan berpihak terhadap Israel baik secara militer, politik, dan ekonomi," kata Riad di sela-sela lawatannya ke Indonesia selama sepekan demi menghadiri pekan solidaritas untuk Palestina.
Seorang pemrotes Palestina tengah berusaha menghancurkan tembok Tepi Barat (REUTERS/Ammar Awad) |
Namun, dia menyatakan Uni Eropa tak menyambut permintaan tersebut.
"Kami mencoba meyakinkan Uni Eropa untuk mengambil peran (dalam proses perdamaian). Tapi mereka tidak melakukannya. Uni Eropa hanya menyatakan protes dengan mengeluarkan pernyataan," ujar Riad.
"Kami juga mencoba berbicara dengan Rusia dan China, tapi tidak ada satu negara pun yang mau bicara ke AS untuk bergabung sebagai mediator dalam proses perdamaian. Jadi Palestina terjebak dengan AS sebagai penengah yang kami tahu mereka bias."
Sebagai negara pendukung, Indonesia diharapkan mampu berbuat lebih untuk membantu Palestina memperjuangkan kemerdekaan dan haknya.
Tak hanya pemerintah, Riad juga berharap warga Indonesia mau terus menunjukkan dan memperkuat dukungannya dengan menggaungkan solidaritas terhadap Palestina di media sosial dan berbagai gerakan serta platform lain.
"Palestina sangat berharap terhadap dukungan dan pertolongan Indonesia di DK PBB. Sebagai salah satu anggota, kami yakin Indoensia akan mengangkat isu Palestina dan membawa keadilan bagi kita sehingga secara tegas terwakili di DK PBB." (rds/eks)
Seorang pemrotes Palestina tengah berusaha menghancurkan tembok Tepi Barat (REUTERS/Ammar Awad)