Indonesia Beri Bantuan Rp106,2 Miliar Bagi Palestina

Tim | CNN Indonesia
Selasa, 16 Okt 2018 16:29 WIB
Menlu RI Retno Marsudi mengatakan Indonesia berkomitmen memberi bantuan senilai Rp106,2 miliar bagi bangsa Palestina. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu dengan Menlu Palestina Riad Al Malki (REUTERS/Willy Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengatakan Indonesia berkomitmen memberi bantuan senilai US$7 juta atau setara Rp106,2 miliar bagi bangsa Palestina.

Retno mengatakan jutaan bantuan tersebut tak hanya berasal dari pemerintah tapi juga dari masyarakat dan filantropi Indonesia.

"Ini kontribusi konkret satu kesatuan Indonesia, baik dari masyarakat maupun pemerintah bagi Palestina," kata Retno dalam pernyataan persnya usai bertemu dengan Menlu Palestina Riad Al Malki di kantornya, Selasa (16/10).

Retno mengatakan jutaan dolar bantuan itu tersalurkan ke dalam beberapa program, termasuk peningkatan kontribusi bantuan Indonesia terhadap UNRWA, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi Palestina.

"Sebagai bagian dari total bantuan tersebut, Indonesia akan meningkatkan kontribusi kepada United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) dari US$200 ribu (tahun ini) menjadi US$2 juta (Rp30,35 miliar) untuk 2019-2020," papar Retno.

Retno mengatakan sejauh ini bantuan yang berasal dari masyaralat Indonesia sudah terkumpul sekitar US$2,92 juta (Rp44,311 miliar) dan 2.000 ton beras.

Salah satu filantropis Indonesia, Tahir Foundation, juga menyumbang US$1,3 juta USD bagi UNRWA. Retno memaparkan Badan Zakat Nasional (Baznas) juga akan memberikan bantuan dana kepada UNRWA dan Jordan Hashemite Charity Organization untuk Pengungsi Palestina.

"Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat ini juga tengah dalam tahap membahas rencana pembangunan rumah sakit Indonesia di Hebron," ujarnya.

Tak hanya uang dan barang, Retno mengatakan sebagian dari bantuan-bantuan tersebut juga mencakup pembangunan kapasitas.

Melalui kerangka CEAPAD (Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development), Retno menuturkan Indonesia akan memberikan bantuan pembangunan kapasitas bagi rakyat Palestina senilai US$2 juta.

Retno menuturkan peningkatan program pembangunan kapasitas diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan dan kemandirian bangsa Palestina.

Sejak tahun 2008, dia menuturkan Indonesia telah melatih lebih dari 1.800 aparat dan warga Palestina dalam 171 bidang keahlian termasuk bidang pemerintahan, penegakan hukum, pengawasan obat dan makanan, dan berabagai bidang teknis lainnya.

"Pada tahun 2019, Indonesia akan melatih 90 aparat dan warga Palestina di bidang pemberdayaan perempuan, good governance, dan budidaya buah-buahan tropis, bidang pengawasan obat dan makanan, serta pelatihan penerbangan dengan sertifikat Commercial Pilot License (CPL) di sekolah penerbang Indonesia," ujar Retno.

Dalam pertemuan konsultasi bilateral perdana RI-Palestina itu, Retno dan Riad juga menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) di antaranya yakni MoU peningkatan kontribusi antara Baznas dan UNRWA, nota kesepahaman mengenai pemberian beasiswa bagi pelajar Palestina untuk belajar di perguruan tinggi Indonesia.


Selain itu, kedua menteri juga menyaksikan penandatanganan MoU antara Universitas Padjajaran dengan Kedutaan Besar Palestina di Jakarta dan MoU antara Baznas dan Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO). (rds/eks)
TOPIK TERKAIT
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER