Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Quinlan tiba di Kementerian Luar Negeri RI sekitar pukul 17.00 WIB dengan mobil hitam berplat korps diplomatiknya CD 18 01.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, mengatakan pertemuan dilakukan empat mata dan berlangsung sekitar satu jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Quinlan enggan memberikan pernyataan ketika didekati wartawan usai keluar gedung Kemlu RI.
Pemanggilan Quinlan ini merupakan yang kedua kalinya sejak kemarin. Sebelumnya, pemanggilan Duber Australia ini berkaitan dengan rencana Australia yang tengah mempertimbangkan untuk memindahkan kedutaannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Dubes Australia Gary Quinlan saat memenuhi panggilan di Kementerian Luar Negeri (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha) |
Jika rencana terjadi, Australia akan mengikuti langkah Amerika Serikat yang lebih dulu mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Langah kontroversial itu memicu kecaman Indonesia sebagai salah satu pendukung Palestina. Sebab, Indonesia menilai pemindahakn kedutaan untuk Israel ke Yerusalem bisa memperburuk peluang proses perdamaian Israel-Palestina.
Sebab, kedua negara selama ini sama-sama mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota masa depan mereka.
"Indonesia menyatakan keprihatinan yang sangat serius terkait pengumuman (Australia) dan mempertanyakan kepatutan dari langkah (Australia) tersebut,"
Dalam kesempatan itu, Retno juga meminta Australia dan negara lain untuk terus mendorong proses damai Palestina-Israel sesuai dengan kesepakatan hukum internasional.
"Kami juga meminta Australia dan negara lain tidak mengambil langkah yang dapat mengancam proses perdamaian dan stabilitas keamanan dunia." (rds/eks)
Dubes Australia