Pria 51 tahun itu dipenjara selama lima setengah tahun sejak 2016 lalu dan akan menjalani sisa hukumannya di bawah pengawasan ketat otoritas Inggris.
Setelah bebas bersyarat, Choudary diperkirakan akan kembali ke rumahnya di Ilford, timur Kota London. Meski begitu, dia tidak diperkenankan menggunakan perangkat internet dan komunikasi lainnya tanpa izin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama dua dekade, Choudary berprofesi sebagai pengkhotbah radikal paling terkemuka di Inggris. Dia merupakan mantan pengacara yang merupakan keturunan Pakistan.
Choudary adalah mantan Kepala organisasi Islam4UK atau al-Muhajiroun. Organisasi itu mendukung diberlakukannya hukum Islam di Inggris.
Kini, organisasi yang didirikan oleh Omar Bakri Muhammad dilarang beroperasi di Inggris.
Choudary dan rekannya Mohammed Rahman ditangkap kepolisian anti-terorisme Kepolisian Metropolitan London pada 25 September 2014 lalu.
Pengadilan menyatakan Choudary bersalah karena menyebarkan pidato-pidato pemimpin ISIS, Abu Bakr Al-Baghdadi.
Ayah dari lima anak ini sebelumnya sempat menjadi berita utama karena menggelar acara pro-Osama bin Laden di London pada 2011 lalu.
Dalam sebuah wawancara tahun 2014 dengan AFP, Choudary menyerukan wartawan, warga, dan militer asing dari negara Barat di "negara-negara Muslim" untuk "sepenuhnya mundur dan izinkan kami menerapkan syariah Islam."
Mantan pemimpin pasukan anti-terorisme kepolisian Inggirs, Richard Walton, menganggal Choudary sebagai "teroris berbahaya yang keras" yang memiliki "pengaruh besar terhadap ekstremisme di negara ini." (eks/eks)