Soal Khashoggi, Kanada Ancam Setop Jual-Beli Alutsista Saudi

Tim, CNN Indonesia | Senin, 22/10/2018 20:45 WIB
Soal Khashoggi, Kanada Ancam Setop Jual-Beli Alutsista Saudi PM Justin Trudeau menyatakan Kanada bisa membatalkan kontrak kerja sama pertahanan senilai miliaran dolar dengan Arab Saudi menyusul pembunuhan Jamal Khashoggi. (Reuters/Lucas Jackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Justin Trudeau menyatakan Kanada bisa membatalkan kontrak kerja sama pertahanan senilai miliaran dolar dengan Arab Saudi menyusul kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

Ottawa dan Riyadh telah menyepakati kesepakatan jual-beli senjata senilai US$11,4 miliar atau setara Rp173,9 triliun. Trudeau mengatakan dalam kontrak itu tercantum salah satu klausul yang mengharuskan negara pembeli alutsista Kanada bebas dari pelanggaran HAM.

"Dan jika mereka tidak mengikuti klausul-klausul itu, kami tentunya akan membatalkan kontrak pembelian tersebut," ucap Trudeau dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi lokal yang disiarkan pada Senin (22/10) seperti dikutip AFP.

Wawancara itu dilakukan Trudeau pada Kamis pekan lalu, ketika Saudi belum mengakui bahwa Khashoggi-wartawan pengkritik Raja Salman-tewas di dalam gedung konsulatnya di Istanbul, Turki, setelah dinyatakan hilang pada 2 Oktober lalu.


Dalam wawancara itu, Trudeau mengatakan Kanada "akan selalu membela penegakan hak asasi manusia, termasuk dalam menghadapi Saudi."

Kanada memberlakukan sejumlah regulasi khusus terkait penjualan senjata dan alat pertahanan militernya kepada pihak asing. Dalam peraturannya, Ottawa melarang penjualan alutsista terhadap negara yang memiliki riwayat pelanggaran HAM terhadap warga negaranya.


Kanada juga melarang setiap negara yang membeli peralatan militernya untuk menggunakan instrumen-instrumen itu terhadap warga sipil.

Tahun lalu, Ottawa mengungkapkan keprihatinannya terhadap dugaan penggunaan kendaraan militer buatannya oleh Saudi dalam operasi "penegakan hukum" di bagian timur wilayahnya.

Relasi Kanada dan Saudi juga sedang merenggang sejak beberapa bulan terakhir, terutama setelah Ottawa mengkritik penangkapan yang dilakukan Riyadh terhadap sejumlah aktivis.

[Gambas:Video CNN]

Saudi menganggap kritikan Kanada tersebut bentuk campur tangan terhadap urusan negaranya. Akibat cekcok itu, Saudi mengusir duta besar Kanada di Riyadh dan memanggil utusannya di Ottawa.

Saudi bahkan membekukan sejumlah kerja sama perdagangan antara kedua negara.

Kasus Khashoggi juga disebut bisa memperdalam selisih pendapat antara Kanada dan Saudi, terutama soal penegakan HAM.

Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland, bahkan menganggap pengakuan Saudi terkait kasus pembunuhan Khashoggi tidak kredibel dan menuntut penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap insiden tersebut. (rds/has)