FOTO: Pascaperang Suriah, Warga Damaskus Kembali Berseri

Reuters & Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 23/10/2018 19:44 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Pasca perang pada Mei lalu, warga ibu kota Suriah, Damaskus kembali berseri melakukan aktivitas dengan normal tanpa dentuman senjata dan bom.

Sebagian warga Damaskus di ibukota Suriah telah kembali menjalankan kehidupan seperti biasa setelah perang di wilayah itu berakhir Mei lalu. (REUTERS/Marko Djurica)
Namun, kenormalan ini tak begitu terasa di kota-kota pinggiran yang mengalami kehancuran yang lebih buruk. (REUTERS/Marko Djurica)
Kota Damaskus dikuasai oleh pemerintah selama peperangan, sehingga kerusakan di kota ini lebih sedikit dari daerah yang dikuasai oposisi. (REUTERS/Marko Djurica)
Anak-anak tampak bermain di taman Luna yang baru-baru ini dibuka di Damaskus, Suriah. (REUTERS/Marko Djurica)
Seorang pekerja mesin juga tampak sedang santai menghisap shisha setelah tiba di perayaan internasional di Damaskus, Suriah (REUTERS/Marko Djurica)
Dana (24) seorang bartender, menuangkan minuman di sebuah bar di kota tua Damascus, Suriah. (REUTERS/Marko Djurica)
Meski hari-hari perang bisa berarti hari sepi pembeli, tapi para pedangang menyebut hal itu tak menghentikan mereka menjajakan dagangan mereka (REUTERS/Marko Djurica)
Tukang potong rambut ramai pengunjung karena warga ingin menata rambut mereka berdasarkan gaya yang paling modis setiap sore di akhir pekan. (REUTERS/Marko Djurica)
Ini adalah sore pertama sejak 2011 dimana warga tak dihantui suara pertempuran di Damaskus (REUTERS/Marko Djurica)
Dalam acara pernikahan di luar kota, keributan malah terdengar dari band anak sekolah Kibreet (REUTERS/Marko Djurica)
Pengantin pria dibawa di pundak teman-teman dan keluarganya, sementara orang-orang bertepuk tangan di sekitarnya. ia pun mengayunkan sang pengantin ke dalam pelukannya.(REUTERS/Marko Djurica)
Orang-orang juga merayakan ulang tahun di bar di kota tua di Damascus, Suriah. Warga juga keluar ke jalan-jalan untuk bermain gitar atau sekedar menghabiskan waktu di kafe (REUTERS/Marko Djurica)