Kesepakatan ini diambil setelah pertemuan antara Presiden Rusia dengan penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton, di Moskow.
Para pejabat dari kedua belah pihak mengatakan bahwa perjanjian awal pada pertemuan 11 November di ibukota Perancis telah tercapai, dan mereka tengah melakukan pengaturan rinci soal pertemuan itu. Usai pertemuan, Bolton juga sempat mengonfirmasi kepada wartawan mengenai pertemuan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sedang dibicarakan sekarang," kata Trump. "Kurasa kita mungkin akan melakukannya. Itu belum disiapkan, tapi mungkin itu akan terjadi."
Kedua presiden berencana untuk berada di Paris untuk acara-acara untuk memperingati seratus tahun berakhirnya Perang Dunia Pertama. Keduanya berencana untuk mengadakan pertemuan bilateral di sela-sela pertemuan itu, seperti diungkap ajudan Kremlin, Yuri Ushakov.
Dalam beberapa kesempatan pertemuan bilateral, Putin dan Trump sempat melakukan pertemuan beberapa kali. Tapi pertemuan bilateral pertama mereka dilakukan di ibukota Finlandia Juli lalu.
Setelah itu, lawan Partai Demokrat Trump, dan beberapa anggota Partai Republik sendiri, menuduhnya gagal mengkritik Putin. Terutama terkait atas tuduhan Rusia ikut campur dalam pemilihan presiden AS tahun 2016. Sehingga Trump dianggap melunak terhadap Rusia.
Senator Republik John McCain, yang telah meninggal, menggambarkan konferensi pers pada saat itu sebagai "salah satu pertunjukan paling memalukan oleh seorang Presiden Amerika."
"Tidak ada presiden sebelumnya yang pernah membuat dirinya sendiri lebih condong kepada seorang tiran," kata McCain. (eks/eks)