Siklon Tropis Terkuat di Dunia Menuju Taiwan dan Filipina

Tim , CNN Indonesia | Jumat, 26/10/2018 02:34 WIB
Siklon Tropis Terkuat di Dunia Menuju Taiwan dan Filipina Ilustrasi (Kyodo via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Topan super Yutu  tengah mengarah ke wilayah Filipina dan Taiwan. Badai super berkategori 5 ini, sebelumnya telah menghantam kepulauan kecil, Northern Mariana, di Samudera Pasifik yang menjadi wilayah Amerika Serikat.

Topan ini juga menjadi salah satu topan terkuat yang pernah menghantam wilayah AS. Topan ini juga menjadi siklon tropis terkuat yang muncul di dunia tahun ini.

Topan super ini menghancurkan rumah dan memutus aliran listrik dan air bagi ribuan warga di kepulauan itu. Topan ini menguat menjadi kategori 5 dengan kecepatan angin hingga 280 kilometer per jam sebelum menghantam daratan.


Yutu adalah salah satu topan terkuat yang menghantam pulau di pulau Saipan dan Tinian, dua pulau terbesar di kepulauan Mariana yang ditinggali oleh 55.000 orang.

"Tinian hancur lebur diterpa topan Yutu," jelas kantor wali kota Tinian dan Aguigan lewat video di Facebook. "Banyak rumah yang hancur, infrastruktur kami rusak. Saat ini kami tak mendapat listrik dan air," seperti dikutip CNN.

Beberapa wilayah lain di pulau yang lebih kecil dengan populasi 3.500 orang tidak dapat diakses. Otoritas setempat tengah melakukan pendataan untuk mencatat kerugian.

Pemerintah Commonwealth of Kepulauan Mariana Utara telah mengeluarkan peringatan cuaca pada Rabu (23/10) malam. Mereka memperingatkan penduduk di Saipan dan Tinian bahwa gelombang badai akan "menimbulkan risiko yang mengancam jiwa bagi mereka yang tinggal di sepanjang pantai." Gelombang laut meningkat hingga dua meter di pulau-pulau itu.

Badai berakhir pada pukul 09.00 pagi waktu setempat. Super Typhoon Yutu diperkirakan akan terus bertahan hingga 24 jam ke depan, sebelum akhirnya sedikit melemah. Meskipun melemah, badai akan tetap menjadi topan super yang sangat kuat sepanjang akhir pekan.

Saat ini topan berada di sekitar 175 kilometer di barat Kepulauan Mariana. Topan ini bergerak ke barat laut melalui Laut Filipina dengan kecepatan 12 meter per jam.

Pulau Tinian dikenal sebagai pangkalan udara terbesar di dunia. Menurut Atomic Heritage Foundation, pulau ini juga menjadi titik peluncuran AS untuk melakukan serangan bom atom terhadap Hiroshima dan Nagasaki di Jepang pada 6 dan 9 Agustus 1945. (eks/eks)