Dilansir dari AFP, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Angela Merkel untuk duduk bersama membicarakan konflik Suriah yang telah menewaskan 360.000 orang sejak 2011.
"Seluruh mata dunia tertuju pada kami hari ini... Saya berharap kami bisa bertindak dengan pemahaman yang tulus dan konstruktif, dan tidak gagal memenuhi harapan orang-orang," kata Erdogan dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusia yang mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Turki yang mendukung pemberontak telah bersepakat menciptakan zona penyangga di sekitar Idlib, namun kekerasan semakin meningkat secara dramatis menjelang pertemuan para pemimpin negara tersebut.
Ini menjadi konferensi tingkat tinggi pertama yang melibatkan Jerman dan Prancis. Sebelumnya, Turki dan Rusia beberapa kali menggelar pertemuan dengan Iran yang selalu dicurigai oleh para pemimpin Barat.
Juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin mengatakan pada Jumat bahwa tujuan utama KTT adalah untuk mengklarifikasi langkah-langkah yang akan diambil untuk sebuah solusi politik, dan untuk menentukan peta jalan.
Kepada kantor berita Turki, Anadolu, Kalin mengatakan penekanan utamanya adalah pembentukan komisi yang akan membuat konstitusi Suriah pascaperang, yang dipandang sebagai sebuah batu pijakan untuk menggelar pemilihan umum di negeri tersebut.