Paksa Masuk AS, 1.500 Imigran Honduras Terobos Guatemala

Tim, CNN Indonesia | Senin, 29/10/2018 12:40 WIB
Paksa Masuk AS, 1.500 Imigran Honduras Terobos Guatemala Warga Honduras kerap pergi ke luar negeri seperti AS untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lantaran kemiskinan dan kekerasan geng di kampung halaman mereka. (Reuters/Jorge Cabrera)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Guatemala dilaporkan menahan sedikitnya 1.500 imigran Honduras yang menerobos masuk melalui perbatasan. Ribuan imigran Honduras itu disebut berupaya masuk ke Amerika Serikat.

Kepolisian Guatemala menangkap ribuan imigran gelap tersebut di jembatan internasional yang memisahkan Kota Tecun Uman dan Kota Ciudad Hidalgo, Meksiko.

Ribuan imigran Honduras itu sempat berhasil menerobos pagar perbatasan sebelum terhalang oleh gerbang besi yang mencegah mereka masuk.
Kepolisian Honduras juga menembakkan gas air mata guna membendung gerombolan imigran. Otoritas Guatemala mengatakan beberapa orang terlihat terkena efek gas air mata meski tidak ada yang terluka.


Sementara itu, laporan televisi Meksiko menunjukkan seorang petugas imigrasi meminta para imigran tersebut "mengikuti prosedur hukum" agar bisa masuk negara itu dengan cara "yang tenang dan aman."

Otoritas Meksiko menegaskan bahwa pemerintah akan mengizinkan para imigran Honduras masuk sebagai pengungsi.
Dikutip AFP, Kepala Ombudsman Guatemala, Jordan Rodas, meminta pemerintah "melindungi" hak-hak warga Honduras selama mereka berada di negara tersebut.

Selama ini, warga Honduras kerap pergi ke luar negeri seperti AS untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lantaran kemiskinan dan kekerasan geng di kampung halaman mereka.

Sebanyak 7.000 imigran Honduras dikabarkan berhasil menerobos Meksiko dua pekan lalu untuk menuju AS.

Para imigran berkeras ingin masuk AS meski Presiden Donald Trump telah mengerahkan militer di perbatasannya dengan Meksiko untuk membendung mereka masuk. (rds/has)