"Setelah mengetahui kesedihan kecelakaan pesawat baru-baru ini di Jakarta, Paus Fransiskus menyampaikan ucapan duka cita kepada semua orang yang terkena dampak tragedi ini," tulis Menteri Negara Pietro Parolin dalam surat kepada Duta Vatikan untuk Indonesia, Piero Pioppo.
"Paus menyampaikan doa bagi semua korban tewas dan bagi mereka yang sedang berduka cita atas kehilangan mereka. Setelah bangsa dan semua yang terlibat dalam upaya penyelamatan dan pemulihan, Yang Mulia meminta kekuatan dan kedamaian dari Allah Yang Mahakuasa."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Pilot pesawat rute Jakarta-Pangkalpinang yang mengalami kecelakaan ini sendiri adalah seorang warga India, Bhavye Suneja.
Orang tua Suneja dikabarkan langsung bertolak ke Indonesia untuk mengetahui nasib anaknya tersebut.
Pesawat yang dibawa oleh Suneja itu hilang kontak setelah 13 menit lepas landas dari Jakarta menuju Pangkalpinang pada Senin (29/10).
Suneja sempat menghubungi Air Traffic Control (ATC) untuk meminta izin kembali ke landasan setelah lepas landas. Ia juga sempat melapor ada kesalahan pada flight control di ketinggian 1.700 kaki dan meminta naik ke 5.000 kaki.
Pesawat dengan nomor register PK-LQP itu membawa total 189 orang yang terdiri atas 178 penumpang dewasa, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin. Basarnas memprediksi tak ada yang selama dari musibah ini.
Kecelakaan itu disebut sebagai bencana penerbangan terburuk di Indonesia sejak penerbangan AirAsia dari Surabaya ke Singapura yang jatuh ke laut dan menewaskan 162 orang pada 2014 lalu. (cin/has)