Tunangan Jamal Khashoggi Tuntut Pertanggungjawaban Arab Saudi

CNN Indonesia | Selasa, 30/10/2018 14:39 WIB
Tunangan Jamal Khashoggi Tuntut Pertanggungjawaban Arab Saudi Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi. (MOHAMMED AL-SHAIKH / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hatice Cengiz, tunangan wartawan Jamal Khashoggi menyebut pemerintah Arab Saudi harus bertanggung jawab atas dugaan pembunuhan terhadap kekasihnya. Dia mendesak supaya perkara itu dibawa ke pengadilan.

"Ini terjadi di dalam sebuah misi diplomatik Saudi. Dalam keadaan seperti itu, pihak berwenang Arab Saudi bertanggung jawab atas ini," kata dia kepada Reuters, Selasa (30/10).

"Insiden ini, pembunuhan ini terjadi di konsulat Saudi. Jadi pihak berwenang Saudi mungkin tahu bagaimana pembunuhan itu terjadi. Mereka perlu menjelaskan apa yang terjadi," kata dia menambahkan.


Cengiz menganggap paparan yang sejauh ini diberikan oleh Arab Saudi masih belum cukup menjelaskan soal apa yang terjadi pada Khashoggi. Dia hanya ingin mengetahui secara detail siapakah pihak yang bertanggung jawab atas kematian Khashoggi.


"Saya dan pemerintah saya ingin semua orang yang bertanggung jawab, dari orang yang memberi perintah hingga yang membunuhnya agar dibawa ke pengadilan dan dihukum di bawah hukum internasional," kata dia.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan juga mendesak Arab Saudi mengungkap siapa dalang dan pelaku pembunuhan itu. Jaksa juga telah mempersiapkan permintaan ekstradisi untuk 18 tersangka dari Arab Saudi.

Hingga kini, Cengiz menyebut Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman maupun keluarga kerajaan belum memberikan ucapan belasungkawa kepadanya.

Cengiz pertama kali bertemu Khashoggi pada Mei lalu di sebuah konferensi di Istanbul, setelah itu hubungan mereka berlanjut.

Hukum Turki mengharuskan Khashoggi memberikan bukti dia belum mempunyai istri sebelum menikahi Cengiz. Maka dari itu, Khashoggi pergi ke konsulat Saudi di Istanbul untuk mengurus berbagai dokumen yang dibutuhkan guna melangsungkan pernikahannya dengan Cengiz.

Cengiz mengatakan dia tidak melihat rekaman situasi di dalam konsulat. Dia menyebut sebagian besar informasi yang didapat berasal dari media.

"Sama seperti orang lain, saya masih menunggu jawaban," kata dia.


"Dunia harus tahu siapa yang menghasut dan terlibat dalam kejahatan ini."

Hingga kini, Arab Saudi masih membantah keterlibatan Pangeran Muhammad bin Salman dalam kasus pembunuhan tersebut. Dia bahkan sudah mengelak dengan menyebut kasus pembunuhan Khasoggi merupakan kejahatan yang keji. (cin/ayp)