Penjahat AS Inspirasi Dua Film Hollywood Dibunuh di Penjara

CNN Indonesia | Rabu, 31/10/2018 13:11 WIB
Penjahat AS Inspirasi Dua Film Hollywood Dibunuh di Penjara Mantan pentolan organisasi kejahatan Winter Hill Gang, James 'Whitey' Bulger. (REUTERS/U.S. Marshals Service/U.S. Department of Justice)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang mantan pemimpin geng di Boston, Massachussetts, Amerika Serikat, James 'Whitey' Bulger (89) dikabarkan dibunuh di penjara pada Selasa (30/10) kemarin. Saking terkenal kejam semasa hidup, sepak terjangnya mengilhami dan diabadikan dalam dua buah film yang diperankan bintang-bintang Hollywood.

Biro Penyelidik Federal (FBI) menyatakan Bulger tewas dibunuh di Lembaga Pemasyarakatan Hazelton, Bruceton Mills, West Virginia, sehari setelah dipindahkan. Dia ditemukan sudah tidak bernyawa oleh sipir pukul 08.20 waktu setempat, sebagaimana dilansir CNN, Rabu (31/10).

Sipir sempat memanggil paramedis dari Preston County untuk menyelamatkan Bulger, tetapi nyawanya tidak tertolong. Menurut rekaman kamera pengawas, seorang narapidana terlihat masuk ke sel Bulger. Dia diduga dipukuli hingga tewas oleh sesama narapidana. Sebelum dibui di West Virginia, dia sempat dipenjara di Oklahoma, dan Tucson, Arizona.


"Dia sangat kejam semasa hidup, dan matinya pun karena dibunuh. Itu memperlihatkan bagaimana jalan hidupnya," kata Dick Lehr, penulis biografi Bulger.


Bulger lahir pada 3 September 1929 di Boston. Dia tumbuh di kawasan kelas pekerja di Boston Selatan. Bersama sejumlah teman-temannya dia menjalankan organisasi kejahatan yang dijuluki 'Winter Hill Gang'.

Kisah hidup Bulger yang sangat penuh kekerasan diabadikan di dalam dua film garapan Hollywood. Pertama The Departed (2006) yang mengisahkan sekelumit dari jalan hidup Bulger, sebab ceritanya diadopsi dari film Hong Kong, Infernal Affairs. Film dibintangi Mark Wahlberg, Leonardi DiCaprio, Matt Damon, dan Jack Nicholson itu berhasil menyabet empat piala Oscar.

Sedangkan yang kedua adalah Black Mass (2015), dengan bintang utama Johnny Depp dan Joel Edgerton. Film ini mengisahkan sepak terjang Bulger dan Winter Hill Gang saat masa jayanya dan terlibat sejumlah pembunuhan.

Sejumlah keluarga korban dan aparat penegak hukum yang pernah berurusan dengan Bulger menyatakan mereka lega mendengar kabar kematian itu.

"Selama tujuh tahun dia di penjara dan kematiannya paling tidak sedikit melegakan hati para keluarga korbannya," kata Brian Kelly, salah satu jaksa yang pernah menuntut Bulger.


"Kami menerima kabar kalau James 'Whitey' Bulger meninggal. Kami turut berduka terhadap para korban dan keluarganya," kata Jaksa Agung Massachussetts, Andrew Lelling dalam pernyataan tertulis.

Bulger dikenal sebagai penjahat berdarah dingin. Dia tidak pernah memperlihatkan ekspresi apapun, meski dicemooh sedemikian rupa. Jika ada yang menghalangi jalannya, dia memilih menyelesaikannya dengan senjata api.

Setelah jejak kejahatannya tercium, Bulger bersama kekasihnya, Catherine Greig serta teman-temannya kabur. Mereka menjadi buronan dan berhasil ditangkap satu persatu.

Meski begitu, Bulger dan Catherine bisa mengelabui aparat selama 16 tahun. Keduanya menyamar dengan nama Charlie dan Carol Gasko dan bersembunyi di Santa Monica, California. Keduanya berhasil ditangkap pada 2011.


Pengadilan lantas menjatuhkan vonis dua kali seumur hidup kepada Bulger atas sejumlah kejahatan pada 2013. Yakni 11 pembunuhan dalam rentang 1973 sampai 1985, narkoba, kepemilikan senjata api, pemerasan, dan pencucian uang. Hanya saja saat itu terungkap ternyata Bulger merupakan salah satu informan FBI.

Untuk melindungi diri dan gengnya, Bulger memilih mengungkap sepak terjang sesama penjahat dan pesaingnya, yakni mafia Italia 'New England'. Sebagai imbalannya, agen FBI John J. Connolly tutup mata soal aktivitas Bulger dan gengnya. John akhirnya ditangkap kemudian dipenjara akibat tindakannya. Dia juga dipecat dari FBI. (ayp/ayp)