Pidato Jokowi itu disampaikan dalam pembukaan Forum Negara Kepulauan dan Negara Pulau (Archipelagic dan Island State/AIS), yang dibacakan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, di Manado, Kamis (1/11).
"Negara kepulauan seharusnya tidak mencitrakan diri sebagai Cinderella. Kita harus menjadi Moana, anak perempuan yang memiliki semangat inovatif, dan selalu optimis dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya di dalam maupun luar perbatasannya," kata Luhut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kenaikan permukaan laut akibat pemanasan global, negara-negara pulau dan kepulauan menjadi wilayah paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.
Forum AIS yang digagas oleh Indonesia bersama Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) ini pun dibentuk sebagai wadah untuk menjalin kerja sama konkret atas semua tantangan bersama itu.
Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan, membacakan pidato Presiden Joko Widodo dalam pembukaan AIS Forum di Manado, Kamis (1/11). Dok. Kemenko Maritim) |
"Forum ini bisa menjadi ajang berbagi pengetahuan, mencari solusi cerdas dan kreatif, diperbesar dan diperbanyak untuk digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan," demikian bunyi pidato Jokowi.
Dalam pertemuan ini, para anggota AIS Forum menyepakati Deklarasi Manado yang berisi komitmen negara negara anggota untuk memperkuat komitmen kerja sama pada empat isu khusus.
Negara anggota Forum AIS ini sendiri ada 49, tapi yang menghadiri pertemuan tingkat menteri di Manado dan menyaksikan penandatanganan deklarasi tersebut berjumlah 21, di antaranya Singapura, Timor Leste, Papua Nugini, Fiji, Madagaskar, Sri Lanka, dan Inggris.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Direktur UNDP untuk Indonesia, Christophe Bahuet, mengatakan bahwa forum ini berkontribusi besar dalam upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) karena fokus pada solusi praktis.
"Forum AIS akan fokus pada solusi pengembangan praktis dan akan membuka peluang baru bagi negara pulau dan kepulauan kecil yang rentan terhadap perubahan iklim untuk menemukan cara inovatif dalam melindungi sumber daya laut sambil meningkatkan pendapatan mereka," kata Bahuet.
Lihat juga:Bali Jadi Tuan Rumah Konferensi Laut Sedunia |
"Uang bisa didapat dari mana saja, yang penting ini jalan dulu karena memang mendesak," kata Luhut. (has/ayp)
Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan, membacakan pidato Presiden Joko Widodo dalam pembukaan AIS Forum di Manado, Kamis (1/11). Dok. Kemenko Maritim)