Bertemu Menlu Saudi, Jokowi Harap Kasus Khashoggi Diusut

Tim, CNN Indonesia | Senin, 22/10/2018 14:40 WIB
Bertemu Menlu Saudi, Jokowi Harap Kasus Khashoggi Diusut Bertemu Menlu Adel al-Jubeir, Presiden Joko Widodo meminta Arab Saudi melakukan penyelidikan transparan terkait kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden RI, Joko Widodo, meminta Arab Saudi melakukan penyelidikan dengan transparan dan seksama terkait kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir, Senin (22/10).

"Presiden mengharapkan investigasi yang berlangsung dapat dilakukan transparan dan saksama," ujar Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, yang ikut mendampingi Jokowi dalam pertemuan di Istana Bogor tersebut.

Retno tak mau berkomentar lebih banyak mengenai hal ini. Ia mengatakan bahwa pembahasan detail bakal dilakukan dalam pertemuan bilateral bersama Adel besok, Selasa (23/10).
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga berterima kasih langsung atas perhatian pemerintahan Arab Saudi terhadap bencana gempa dan tsunami di Lombok, Nusa Tenggara Barat, serta Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. 


"Senang sekali karena saat itu mendapat bantuan langsung dari Raja Salman," tuturnya. 

Sebelumnya, Jokowi menyatakan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud langsung meneleponnya ketika mengetahui Palu dan Donggala diguncang gempa dan tsunami. Pemerintah Arab juga langsung menawarkan bantuan materiil.
Adel sendiri diagendakan bertemu empat mata dengan Retno pada Selasa. Juru Bicara Kemlu, Armanatha C. Nasir, mengakatan kedua menlu bakal membahas politik, keamanan, terorisme, ekonomi, energi, pariwisata, dan perhubungan. 

Saudi tengah menjadi sorotan dunia setelah Khashoggi selaku jurnalis yang kerap mengkritik rezim Raja Salman dilaporkan hilang usai masuk ke gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu.

Setelah mengklaim bahwa Khashoggi keluar dengan selamat dari gedung konsulat, Saudi akhirnya mengakui bahwa jurnalis tersebut tewas di dalam bangunan perwakilan tersebut.

Aparat Turki sejak awal sudah menaruh kecurigaan terhadap Saudi yang dianggap sebagai dalang dari kematian kolumnis Washington Post tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Sejumlah pejabat Turki bahkan mengatakan kepada media setempat bahwa para pelaku pembunuhan Khashoggi ini adalah orang-orang di lingkaran Pangeran Mohammed.

Membantah segala tudingan ini, Adel menegaskan bahwa Raja Salman sama sekali tak ikut campur dalam operasi ini.

"Ini adalah operasi Jahat. Ini adalah operasi di mana individu-individu melampaui kewenangan dan tanggung jawab yang mereka miliki; mereka membuat kesalahan ketika mereka membunuh Jamal Khashoggi di konsulat dan mereka berusaha menutupi itu," katanya dalam wawancara dengan Fox News, dikutip dari AFP. 

"Jelas ada kesalahan besar yang dibuat, dan hal yang menambah kesalahan itu adalah upaya untuk menutupinya." (chri/has)