Menlu AS Akan Bertemu Orang Nomor Dua Korut di New York
AFP | CNN Indonesia
Senin, 05 Nov 2018 08:01 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, memastikan bahwa ia akan bertemu dengan orang nomor dua di Korea Utara, Kim Yong-chol, pada pekan ini di New York untuk membicarakan tindak lanjut perundingan perlucutan senjata nuklir.
"Saya yakin kami akan mencapai progres nyata, termasuk upaya untuk memastikan pertemuan kedua pemimpin negara dapat terwujud, di mana kami dapat mengambil langkah penting menuju denuklirisasi," ujar Pompeo seperti dilansir AFP, Minggu (5/11).
Pertemuan antara Pompeo dan Kim ini terjadi di tengah pasang surut hubungan Korut dan AS setelah pertemuan Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un pada Juni lalu.
Setelah pertemuan bersejarah itu, Pompeo sudah beberapa kali datang ke Korut untuk membicarakan kelanjutan perundingan denuklirisasi tersebut.
Namun, Trump juga pernah membatalkan lawatan Pompeo ke Korut karena surat bernada negatif yang dikirimkan oleh salah satu orang kepercayaan Kim Jong-un.
Trump juga terus memperingatkan bahwa sanksi AS akan terus berlaku sampai Korut benar-benar melucuti senjata nuklirnya.
Korut pun mengingatkan bahwa perundingan denuklirisasi dan sanksi serta tekanan lainnya tak dapat berjalan beriringan.
"Perbaikan relasi dan sanksi tidak dapat berjalan beriringan. AS berpikir bahwa 'sanksi dan tekanan' terus-menerus dapat berujung 'denuklirisasi'. Kami tak dapat menahan tawa atas gagasan bodoh itu," demikian pernyataan Kemlu Korut yang dilansir kantor berita KCNA.
Ketika ditanya mengenai ancaman Korut untuk terus melanjutkan program nuklir mereka sampai AS mencabut sanksi, Pompeo menjawab, "Saya tidak khawatir dengan itu."
"Kami sangat fokus. Kami tahu dengan siapa kami bernegosiasi. Kami tahu bagaimana posisi mereka dan Presiden Trump sudah menegaskan posisi kami," katanya. (has)
"Saya yakin kami akan mencapai progres nyata, termasuk upaya untuk memastikan pertemuan kedua pemimpin negara dapat terwujud, di mana kami dapat mengambil langkah penting menuju denuklirisasi," ujar Pompeo seperti dilansir AFP, Minggu (5/11).
Pertemuan antara Pompeo dan Kim ini terjadi di tengah pasang surut hubungan Korut dan AS setelah pertemuan Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un pada Juni lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump juga terus memperingatkan bahwa sanksi AS akan terus berlaku sampai Korut benar-benar melucuti senjata nuklirnya.
"Perbaikan relasi dan sanksi tidak dapat berjalan beriringan. AS berpikir bahwa 'sanksi dan tekanan' terus-menerus dapat berujung 'denuklirisasi'. Kami tak dapat menahan tawa atas gagasan bodoh itu," demikian pernyataan Kemlu Korut yang dilansir kantor berita KCNA.
Ketika ditanya mengenai ancaman Korut untuk terus melanjutkan program nuklir mereka sampai AS mencabut sanksi, Pompeo menjawab, "Saya tidak khawatir dengan itu."
"Kami sangat fokus. Kami tahu dengan siapa kami bernegosiasi. Kami tahu bagaimana posisi mereka dan Presiden Trump sudah menegaskan posisi kami," katanya. (has)