"Saya tidak akan mengundurkan diri. Saya jelas akan diberi petunjuk oleh Presiden Afsel Cyril Ramaphosa dan Kongres Nasional Afrika," ucap Gigaba kepada saluran televisi swasta lokal eNCA, Minggu (5/11).
Berbicara kepada kantor berita publik SABC, Gigaba menganggap penyebaran video tersebut bermotif politik. Gigaba mengaku dia dan sang istri tidak malu terkait kasus ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Pernyataan itu diutarakan Gigaba menyusul desakan sejumlah pihak yang dianggap ingin menyingkirkannya dari jajaran petinggi pemerintahan.
Pria 47 tahun itu menganggap dirinya telah menjadi target upaya pemerasan oleh sejumlah lawan politik. Dia menganggap bocornya video porno itu sebagai sebuah pencurian melalui peretasan.
Sebab, dia mengaku ponselnya diretas sebelum video tersebut beredar di kalangan politikus bahkan publik secara luas.
Lihat juga:Menggali Surga Dinosaurus di Afrika Selatan |
Dia mengatakan akan segera menemui Presiden Ramaphosa untuk menjelaskan hal itu.
Dalam kasus berbeda, Ombudsman Afsel juga menyerukan Gigaba untuk mundur setelah lembaga tersebut menganggapnya berbohong saat bersaksi mengenai sebuah kasus yang melibatkan perusahaan keluarga konglomerat Oppenheimer.